Kembali Temukan Barang Bukti Lain

Kembali Temukan Barang Bukti Lain

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KUALATUNGKAL – Polisi saat ini masih terus mendalami kasus pembunuhan terhadap Sandirwana (61), warga Jalan Raja Erang RT 04, Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung. Setelah sebelumnya menemukan barang bukti pisau, dikabarkan Polisi kembali menemukan barang bukti lainnya.

Selain mengumpulkan barang bukti, Polisi juga masih memintai keterangan sejumlah saksi. Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro mengatakan, dari hasil gelar awal, kasus ini merupakan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Adapun barang bukti yang kembali ditemukan seperti celana jeans, beberapa baju kaos, jaket, dompet, kotak rokok, penutup wajah, bungkus bekas lem Aibon dan lainnya. Barang-barang tersebut diduga milik pelaku, yang sengaja ditinggal atau dibuang pelaku demi menghilangkan jejak.

Barang-barang bukti tersebut ditemukan di sektiar Masjid Surya Khairudin Merlung, yang tidak jauh dari rumah korban. “Dugaan kami, cucu almarhum, Umiatyapradimel (26), yang bekerja sebagai kasir menjadi target utama para pelaku,” jelas AKBP Guntur Saputro.

Diberitakan sebelumnya, pasca terbunuhnya Sandriwana, Tim Petir Polres Tanjab Barat dan Polsek Merlung menemukan pisau di sekitar rumah, yang diduga kuat digunakan untuk menghabisi nyawanya.

Di mana, demi melindungi cucunya, Sadirwana alias Bujang Lana (61), meregang nyawa. Dia tewas di tangan dua orang pelaku, dengan tubuh bersimbah darah. Peristiwa tragis ini terjadi Senin (12/7) pukul 03.00.

Informasi yang didapat, malam itu Bujang sedang tertidur pulas di rumahnya, Jalan Raja Erang, RT 04, Kelurahan Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjab Barat.

Sementara, cucu perempuannya yang bernama Umi (25) tidur di kamar lain. Kebetulan, hanya mereka berdua penghuni rumah permanen tersebut. Pukul 03.00, Umi terbangun karena ingin buang air kecil.

Begitu membuka pintu kamar, dia kaget. Ada dua orang tak dikenal di dalam rumahnya. Spontan saja dia teriak sekencang-kencanganya. Bujang Lana terbangun. Dia langsung loncat dari tempat tidur, dan keluar. Tak sempat membuka kaos kaki yang biasa dipakainya untuk tidur melawan dingin.

Naluri melindungi sang cucu timbul. Dia langsung maju menghadapi dua orang pelaku tersebut. Perkelahian bahkan sempat terjadi. Bujang melawan sekuat tenaga. Tapi, usia yang sudah tak muda lagi, ditambah kalah jumlah, membuatnya kewalahan.

Rupanya pelaku membawa senjata tajam. Kalap. Mereka pun menyerang Bujang dengan membabi buta. Alhasil, tubuhnya pun dihujam beberapa tusukan. Termasuk kepala yang sobek karena sabetan senjata.

Bujang tersungkur. Baju lengan panjang dan celana trainingnya berlumuran darah. Terbujur di ruang tamu, di atas karpet. Melihat korbannya terkapar, kedua pelaku bingung. Mereka memilih kabur, meninggalkan Umi yang histeris melihat kakeknya tak bergerak.

Tetangga sontak berdatangan. Berusaha membantu Bujang. Namun nyawanya tak tertolong lagi, Tak lama, aparat kepolisian dari Polsek Merlung tiba di lokasi, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (rul/zen)

Sumber: