Legenda Sepak Bola Jambi Tutup Usia

Legenda Sepak Bola Jambi Tutup Usia

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI – Kabar duka datang dari dunia olahraga di Provinsi Jambi. Bujang Nasril seorang legenda pesepak bola Jambi telah tutup usia. Dia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit DKT Kota Jambi pada Selasa (27/7) malam.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia olahraga di Provinsi Jambi. Bujang Nasril pernah mengharumkan nama Jambi di kancah nasional. Bujang Nasril meninggal di rumah sakit, dia mengalami stroke yang terjadi gangguan pada syaraf.

Sebelum meninggal dua, almarhum ini sempat mengeluh kepada sang istri, Henni Sarah. Saat itu, Bujang hendak salat subuh, namun saat itu dirinya seperti tak kuasa untuk berdiri, karena lemas pada kaki.

“Kok kaki abang lemas ya,” cerita Henni kepada Jambi Independent. Lanjutnya, sang istri langsung meminta untuk salat dengan cara duduk atau berbaring. Namun, Bujang tetap memaksa salat dengan cara berdiri, meski gerakannya sedikit lambat dari biasanya.

“Biasanya dia salat selalu di masjid dekat pesantren dekat rumah, tapi karena lemas dia tetap salat tapi di rumah,” tambahnya. Selanjutnya, usai salat Bujang langsung dilarikan ke rumah sakit. Di sana, dia sempat mendapat perawatan beberapa hari, hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Memang dia punya riwayat stroke, tapi lepas itu sehat bisa pulih dan bisa aktivitas seperti biasanya, tapi saat itu kumat lagi,” ungkapnya. Kini, Henni hanya bisa mengenang perjalanan hidup bersama sang suami. Banyak kisah yang dialaminya.

Kata Henni, Bujang memang orang yang aktif dan hobby berolahraga. Dahulu, kata Heni, semasa hiudp dia menjadi perhatian setaip orang. Kala itu, dia mampu membawa sepak bola Jambi ke Divisi I. “Dia satu-satunya pelatih yang membawa Jambi, selepas dia sekarang Jambi tak ada lagi masuk ke divisi i,” sebutnya.

Diketahui, Bujang Nasrul merupakan pria kelahiran Jambi pada 7 Maret 1959. Bujang, mulai berkarir di dunia sepak bola sejak tahun 1974. Saat itu karirnya mulai melenjit saat memperkuat Persijam. Hingga saat itu, dirinya direkrut oleh tim ternama pada masanya.

Saat itu, Bujang terkenal saat bergabung  di klub Yanita Utama di tahun 1984,  di babak final musim Galatama, Yanita Utama berhasil mengalahkan Mercubuana lewat gol semata wayang Bujang Nasril.

Kemudian, dia terkenal ketika merumput di klub Krama Yudha Tigaberlian yang bermarkas di Kota Palembang. Saat itu, dirinya juga pernah menjadi pelatih sepak bola Bungo, dan terakhir menjadi ketua KONI Proinsi Jambi. (slt)

Sumber: