Marak Obat Batuk Buat Mabuk

Marak Obat Batuk Buat Mabuk

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, MUARASABAK - Penggunaan zat-zat berbahaya seperti lem dan obat batuk jenis cair di kalangan remaja Tanjab Timur, kini mengkhawatirkan. Terlebih, lem dan obat batuk caira sangat mudah diperoleh karena banyak dijual di warung-warung, apotek, dan minimarket. Ditambah dengan harganya yang cukup terjangkau, membuat sebagian remaja menjadikan dua barang tersebut untuk ajang mabuk-mabukan.

Baru-baru ini dari beberapa postingan akun media sosial tampak di beberapa lokasi di Kabupaten Tanjab Timur sering dijadikan lokasi tempat remaja mengkonsumsi obat batuk dalam jumlah banyak dan menyisahkan sampah-sampah sisa bungkus obat tersebut yang berserakan. Ulah remaja ini juga hampir merata terjadi di setiap kecamatan.

Seperti yang muncul di salah satu akun Instagram milik warga Tanjab Timur yang memperlihatkan sampah sisa obat batu cair berserakan di salah satu bagian di Gendung Bersama yang ada di pusat Perkantotan Muarasabak.

Terkait hal ini, Kapolres Tanjab Timur, AKBP Deden Nurhidayatullah, mengatakan, kini sedang marak penyalahgunaan obat batuk dosis berlebihan sehingga menimbulkan pengaruh halusinasi. "Baru-baru ini ada seorang pria meninggal dunia akibat terjatuh dan tenggelam di sungai daerah Mendahara. Itu akibat di bawah pengaruh mabuk lem," ucapnya.

"Hal ini bisa menjadi contoh, bahwa menyalahgunakan obat batuk dan lem itu dapat berakibat fatal, bahkan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," tambahnya.

Untuk itu, pihak Polres Tanjab Tinur akan melakukan langkah-langkah untuk mengatasi hal ini. Pertama akan melakukan koordinasi dengan Pemda khususnya Pol PP untuk melakukan kegiatan preventif, seperti patrol.

"Kami juga akan mendeteksi dimana saja lokasi-lokasi yang kerap dijadikan para remaja tersebut untuk mengkonsumsi komix dalam jumlah banyak itu," ujar Kapolres.

Dikhawatirkan dengan adanya aktivitas remaja yang mabuk-mabukan itu, dapat berdampak buruk bagi pelakunya dan juga memungkinkan mereka dapat mengganggu situasi Kamtibmas.

Kapolres menghimbau kepada dinas terkait untuk lebih ketat melakukan pengawasan terkait peredaran obat-obatan yang sering dijadikan bahan untuk mabuk-mabukan oleh sebagian remaja di Kabupaten Tanjab Timur.

"Peran dinas terkait untuk memberikan himbauan kepada pelaku usaha atau pemilik toko yang menjual obat tersebut juga sangat penting, agar obat tersebut tidak terlalu gampang dibeli dalam jumlah banyak oleh mereka yang ingin menyalahgunakannya," himbaunya.

Selain itu, pemilik toko juga harus memiliki tanggung jawab dan ikut membantu mengawasi terkait peredaran obat batuk, tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Jika ada remaja yang ingin membeli dalam jumlah banyak, hal itu patut dicurigai dan wajib ditanyakan akan digunakan untuk apa.

"Dengan begitu, setidaknya dapat membuat mereka yang ingin menyalahgunakan obat tersebut bisa mengurungkan niatnya," ungkap Kapolres.

Untuk seluruh personel Polsek, Kapolres sangat berharap agar senantiasa menggerakkan Pokdar Khamtibmas. Selain itu untuk jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bisa lebih jeli dan bisa mengedepankan fungsi diteksinya dalam mengawasi kenakalan remaja tersebut.

"Jika ditemukan adanya remaja yang melanggar aturan yang dapat membahayakan diri mereka atau yang nantinya akan berdampak pada situasi Khamtibmas, rekan-rekan penegak hukum di masing-masing wilayah di Kabupaten Tanjab Timur diharapkan bisa memberikan efek jera kepada mereka, agar mereka terlepas dari ketergantungan obat-obat tersebut," pungkasnya. (pan/ira)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: