JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Peta pasar SUV ramah lingkungan di Indonesia makin riuh sejak kemunculan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid.Mengandalkan skema strong hybrid, mobil ini menawarkan performa responsif sekaligus efisiensi bahan bakar yang terhitung menakjubkan untuk sebuah SUV perkotaan.
Cara Kerja Mesin Seri Hybrid: Listrik Murni untuk Roda
Berbeda dari sistem hibrida konvensional yang kerap membagi peran penggerak antara mesin bensin dan motor listrik, Rocky e-Smart Hybrid mengadopsi mekanisme serial hybrid.
Pada sistem ini, motor listrik bertindak sebagai penggerak tunggal roda. Sementara itu, dapur pacu berkapasitas 1.200 cc (kode mesin WA-VEX) murni bertugas sebagai generator guna mengisi daya baterai lithium-ion berkapasitas 0,74 kWh (177,6 Volt).
BACA JUGA:Simak! Ini Daftar Harga Motor Matic Harian hingga Premium: Vario, Lexi, PCX dan NMAX Terbaru 2026
Penyimpanan daya ini diklaim enam kali lebih besar ketimbang model sekelasnya, menyerupai kapasitas baterai pada SUV hibrida dari segmen di atasnya.
Daya dorong motor listriknya sanggup menghembuskan tenaga puncak 106 PS (105 dk) dengan torsi meledak hingga 170 Nm melalui transmisi Hybrid Transaxle.
Hasilnya, karakter berkendara terasa sangat instan dan instingtif—menuntaskan akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam hanya dalam kurun waktu sekitar 10 detik.
Efisiensi BBM yang Menyamai Motor Matik
BACA JUGA:Resep Kreasi Masakan, Tumis Cumi Kangkung Pete Bikin Nambah Nasi
Kombinasi motor listrik dan generator bensin ini berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar yang luar biasa hemat. Berdasarkan standar pengujian JC08 di Jepang, mobil ini mencatatkan angka 34,8 km/liter.
Menariknya, dalam pengujian nyata bersama insan media yang melintasi rute kombinasi perkotaan—meliputi tanjakan, kemacetan, variasi permukaan jalan, hingga pengoperasian AC normal dengan beban 3–4 penumpang—seluruh unit uji mampu menembus angka di atas 30 km/liter berdasarkan tampilan Multi Information Display (MID).
Bahkan, raihan tertinggi sempat menyentuh 47,8 km/liter, sebuah pencapaian efisiensi yang lazimnya hanya ditemukan pada sepeda motor matik kelas 150 cc.
Selain irit, emisi karbon yang dihasilkan juga terbilang minim, yakni berada di kisaran 83 gram CO2/km,sejalan dengan komitmen netralitas karbon.
BACA JUGA:Pemesanan Pajero Terbaru Tembus 5.500 Unit, Lampaui Target Awal Mitsubishi