Streaming video, khususnya, biasanya menguras baterai jauh lebih cepat dibanding pemutaran musik lokal, sehingga daya tahan nyata untuk video kemungkinan jauh lebih pendek dari angka klaim tersebut.
Dari sisi konektivitas, tersedia jack stereo mini, jack seimbang standar, dan port USB-C. Perangkat mendukung pendengaran berkabel maupun nirkabel.
Kemasannya disebut bebas plastik. Namun, keterangan yang tersedia belum menyebut kapasitas penyimpanan, prosesor, RAM, kodek Bluetooth, maupun spesifikasi Wi-Fi.
BACA JUGA:Duta Besar Palestina Kunjungi UIN Jambi, Ratusan Mahasiswa Ikuti Guest Lecturer
Mengenai jadwal, pre-order dibuka di Amerika Serikat lewat situs Sony dan peritel mitra. Satu laporan menyebut pengiriman dimulai pada November, sedangkan laporan lain menyebut pengiriman diperkirakan mulai Januari.
Perbedaan ini membuat jadwal pastinya sulit dipastikan, dan calon pembeli disarankan memastikan harga serta jadwal pengiriman sebelum memesan.
Untuk Indonesia, belum ada pengumuman resmi tentang penjualan maupun harga rupiah. Laporan lokal hanya menyebut peritel di luar negeri, dan ketersediaan di peritel resmi lain disebut akan menyusul tanpa tanggal.
Karena itu, pembeli di Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman resmi Sony Indonesia dan berhati-hati terhadap penjual impor tanpa garansi resmi.
BACA JUGA: Siap Invasi Pasar Global, Brand Mewah Luxeed Unjuk Gigi Pertengahan Oktober Ini
Dengan harga setinggi itu, Walkman baru ini jelas menyasar penggemar audio yang menginginkan perangkat khusus untuk musik berkualitas tinggi.
Menambahkan Android memberi fleksibilitas, tetapi pengguna biasa mungkin lebih cocok memakai ponsel dengan DAC eksternal yang jauh lebih murah dan bisa menjalankan semua aplikasi sekaligus.
Secara keseluruhan, Walkman terbaru Sony menunjukkan arah baru lini ini: tetap fokus pada kualitas suara dan bahan, tetapi kini lebih terbuka lewat Android 16 dan streaming.
Beberapa hal penting seperti Play Store, dukungan aplikasi video, penyimpanan, dan ketersediaan di Indonesia masih perlu dikonfirmasi sebelum calon pembeli mengambil keputusan.*
BACA JUGA:Pasar Mobil PHEV Indonesia Terkoreksi 33% di September 2026, Merek Tiongkok Tetap Dominan