JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Karhutla di Provinsi Jambi belum padam. Sekitar 600 titik panas terdeteksi di Kabupaten Tanjab Timur, pada Rabu, 30 September 2026.
Sementara sejumlah wilayah lain juga mengalami kebakaran. Kondisi ini masih mengancam kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan penanganan Karhutla terus dilakukan, termasuk dengan mengerahkan alat berat ke sejumlah lokasi.
Namun, upaya tersebut belum maksimal lantaran wilayah yang terdampak cukup luas.
BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat Akibat Karhutla, Kemenag Jambi Minta Madrasah Prioritaskan Kesehatan Siswa
“Hotspot paling banyak di Tanjab Timur, sekitar 600 hotspot. Situasi terkini sudah diarahkan alat berat, tetapi belum maksimal karena areanya sangat luas. Muaro Jambi dan Rantau Rasau juga terdampak,” ujar Al Haris, Rabu (30/9) lalu.
Menurutnya, kondisi udara di sejumlah wilayah Jambi kini menjadi perhatian serius. ISPU bahkan telah berada di atas angka 300, sehingga masyarakat perlu mewaspadai dampak dari buruknya kualitas udara.
“Udara mencapai ISPU di atas 300 dan semua sekolah diliburkan hari ini. Besok potensi awan dan hujan cukup besar,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama sektor pendidikan. Pemerintah meliburkan kegiatan sekolah pada Rabu (30/9) sebagai langkah untuk mengurangi paparan udara tercemar terhadap peserta didik.
BACA JUGA:Kabut Asap Akibat Karhutla Kepung Jambi, Penerbangan Garuda dan Citilink Tujuan Jakarta-Jambi Tertunda
Selain sekolah, kabut asap juga mulai mengganggu aktivitas penerbangan. Al Haris menyebut penerbangan dari Jakarta menuju Jambi mengalami gangguan hingga Rabu sore.
“Hari ini penerbangan Jakarta-Jambi terganggu sampai jam tiga sore ini,” ujar Al Haris.
Gangguan penerbangan tersebut menambah daftar dampak Karhutla yang dirasakan masyarakat. Persoalan yang awalnya berupa titik api kini berimbas pada kualitas udara, kegiatan belajar mengajar hingga mobilitas masyarakat.
Al Haris mengatakan pemerintah masih berharap kondisi cuaca dapat membantu proses pemadaman.
BACA JUGA:Karhutla Hutan Harapan Disidik Polda Jambi, Begini Jawaban PT REKI
Potensi awan dan hujan yang cukup besar pada Kamis (1/10) diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan mengurangi titik api yang masih tersebar di sejumlah wilayah.