Sementara varian tiga motor Cyberbeast dibanderol US$99.990, atau sekitar Rp1,7 miliar. Pada Februari 2026, Tesla memang memangkas harga Cyberbeast dari US$114.990 menjadi US$99.990 di Amerika Serikat,
bersamaan dengan penghapusan Luxe Package yang sebelumnya mencakup Supervised Full Self-Driving dan akses Supercharger gratis.
Penurunan harga baru juga sempat terjadi pada varian dual motor. Pada Februari 2026, Tesla menawarkan Cybertruck penggerak semua roda dengan harga mulai US$59.990, atau sekitar Rp940 jutaan, turun US$20.000 dari harga sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak pengiriman pertama pada akhir 2023.
Elon Musk menyebut penawaran harga rendah itu kemungkinan hanya tersedia dalam waktu terbatas, sekitar 10 hari. Hingga kini Cybertruck juga masih diproduksi dalam versi setir kiri, dan belum ada kepastian kapan versi setir kanan akan tersedia.
BACA JUGA:Bikin Rival Ketar-Ketir! Xiaomi 18 Pro Siap Gebrak Pasar dengan Spek Segini Gilanya
Harga mobil baru yang semakin kompetitif membuat Cybertruck bekas dengan jarak tempuh tinggi menjadi kurang menarik bagi pembeli.
Ketika unit baru bisa dibeli langsung di diler dengan harga jauh lebih rendah daripada masa awal, alasan membayar mahal untuk mobil bekas praktis hilang.
Model Foundation Series yang dahulu dijual seharga US$99.990 dan sempat menjadi buruan kolektor pun ikut terdampak.
Saat ini Cybertruck dipasarkan di Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, Korea Selatan, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Turun, Segini Daftar Lengkap Harganya
Jajaran modelnya terdiri dari varian dual motor dan Cyberbeast tiga motor dengan tenaga hingga 845 hp dan akselerasi 0 sampai 60 mph dalam 2,6 detik.
Di sisi lain, kendaraan ini juga kerap menuai kritik terkait kualitas produksi, tampilan yang polarizing, dan isu keselamatan.
Meski harga bekas turun, calon pembeli tetap perlu berhati-hati. Harga mobil bekas sangat dipengaruhi tahun produksi, varian, jarak tempuh, riwayat kecelakaan, dan kondisi baterai.
Karena itu, harga hasil lelang satu unit tidak bisa dijadikan patokan untuk seluruh pasar. Bagi pembeli di Indonesia, angka-angka di atas sebaiknya dipandang sebagai gambaran tren global, sebab kurs, biaya impor, dan ketersediaan layanan purnajual akan sangat memengaruhi harga akhir.*
BACA JUGA:Terdakwa Kasus Kematian Anggota Polres Tanjab Timur Ajukan Pra Peradilan