Mobil Jarang Dipakai Tetap Harus Servis? Ini Alasannya

Minggu 20-09-2026,15:20 WIB
Reporter : Egi
Editor : Egi

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID- Banyak pemilik mobil beranggapan kendaraan yang jarang dipakai tidak perlu diservis karena jarak tempuhnya masih rendah.

Anggapan ini kurang tepat. Mobil yang lebih sering terparkir di garasi tetap memerlukan perawatan berkala karena sejumlah komponennya menurun kualitasnya seiring waktu, bukan hanya karena jarak tempuh.

Alasan pertama adalah oli mesin. Oli tetap mengalami oksidasi dan penurunan kualitas walaupun mesin jarang dinyalakan.

Selain itu, oli yang diam di dalam mesin dapat bercampur dengan uap air akibat perubahan suhu, sehingga zat aditif di dalamnya berkurang efektivitasnya dan perlindungan terhadap mesin tidak lagi optimal. Karena itu, penggantian oli tidak hanya mengikuti jarak tempuh, tetapi juga waktu.

Kebanyakan produsen merekomendasikan penggantian oli setiap 6 bulan atau setiap 5.000 hingga 10.000 km, mana yang lebih dulu tercapai. Artinya, mobil yang baru menempuh 2.000 km tetapi sudah 6 bulan sejak ganti oli terakhir tetap perlu diganti olinya.

BACA JUGA:Kawasaki Siapkan Rintisan Baru Ninja H2 dan H2R untuk Rilis 2027

Untuk oli sintetis, interval yang dianjurkan bisa lebih panjang, yakni sekitar 6 hingga 12 bulan, namun tetap mengacu pada buku manual kendaraan.

Alasan kedua adalah aki. Meski mesin mati, sistem elektronik seperti alarm, sensor, dan ECU tetap mengonsumsi daya dalam jumlah kecil.

Jika mobil terlalu lama tidak dipakai, aki dapat kehilangan daya secara bertahap dan kemampuannya menyimpan energi menurun, sehingga mobil sulit dihidupkan saat akhirnya digunakan.

Alasan ketiga adalah sistem rem. Cakram rem pada mobil yang jarang bergerak lebih mudah terkena kelembapan sehingga berisiko berkarat.

BACA JUGA:5 Pilihan Skutik Modis dan Nyaman untuk Aktivitas Harian Perempuan

Minyak rem dan cairan pendingin mesin juga dapat berubah kualitasnya seiring waktu, meskipun mobil jarang dijalankan. Kondisi ini berkaitan langsung dengan keselamatan dan performa kendaraan.

Alasan keempat adalah komponen karet dan ban. Seal, selang, dan ban yang jarang bergerak dapat mengeras atau retak karena kehilangan kelenturan.

Mobil yang terlalu lama parkir di tempat yang sama juga berisiko mengalami masalah pada ban, misalnya tekanan angin yang menurun. Interior yang tertutup rapat tanpa sirkulasi udara pun dapat ditumbuhi jamur akibat kelembapan.

Selain itu, bahan bakar yang terlalu lama tersimpan di tangki dapat mengalami perubahan kualitas akibat oksidasi maupun kondensasi. Servis berkala juga memberi kesempatan bagi mekanik untuk memeriksa filter, rem, aki, dan komponen lain sehingga masalah kecil dapat diketahui sebelum menjadi kerusakan besar dan mahal.

Kategori :