JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Terkadang banyak orang beranggapan bahwa untuk menurunkan berat badan hanya bisa di capai lewat olahraga berintensitas tinggi seperti, lari dan angkat beban.
Padahal, faktanya saat kita lari heart rate kita tinggi, ketika heart itu tinggi yang dibakar bukanlah lemak tapi karbohidrat.
Tetapi ketika kita berjalan heart rete kita berada di heart yang afektif membakar lemak, Karena membakar karbohidrat dan membakar lemak adalah dua hal yang berbeda.
Alasan Berjalan Kaki Sangat Efektif menurunkan Berat Badan
BACA JUGA:Setelah 20 Tahun, Jambi Tembus Lima Besar Putri Pariwisata Indonesia 2026
1. Berada di Fat-Burning Zone yang Optimal
Saat berjalan kaki dengan tempo sedang hingga cepat (brisk walking), detak jantung biasanya berada di kisaran 60–70% dari detak jantung maksimal.
Zona ini dikenal sebagai fat-burning zone. Karena intensitasnya tidak terlalu tinggi, tubuh tidak panik membutuhkan energi instan (yang biasanya diambil dari karbohidrat), melainkan menggunakan persentase lemak yang lebih besar sebagai bahan bakar utama.
2. Membakar Kalori Tanpa Memicu Rasa Lapar Berlebih
Olahraga berintensitas tinggi sering kali menguras cadangan glikogen dengan cepat, yang memicu otak mengirimkan sinyal lapar hebat setelah berolahraga.
Akibatnya, banyak orang justru makan berlebihan (overeating) setelah berlari atau latihan beban berat.
Berjalan kaki membakar kalori secara stabil tanpa memicu lonjakan hormon ghrelin (hormon pemicu lapar) secara drastis, sehingga defisit kalori lebih mudah dijaga.
3. Aman untuk Sendi dan Mudah Konsisten
BACA JUGA:Malam-malam Bakar Lahan, Pria di Sungai Gelam Jambi Diamankan Satgas Karhutla
Berjalan kaki merupakan olahraga low-impact. Artinya, tekanan pada sendi lutut, pergelangan kaki, dan pinggul jauh lebih kecil dibandingkan saat berlari.