Tangani Karhutla, OMC di Jambi Berlanjut hingga Awal September

Senin 31-08-2026,16:05 WIB
Reporter : Jennifer Agustia
Editor : Jennifer Agustia

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan berlanjut hingga awal September ini.

Program ini bertujuan untuk mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Staf Perwakilan Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Jaka Anugerah Ivan Davinski, mengatakan potensi awan hujan di wilayah Jambi masih cukup tersedia hingga 2 September 2026. 

Kondisi tersebut dimanfaatkan tim untuk terus melakukan penyemaian garam guna memicu terjadinya hujan buatan.

BACA JUGA:BPBD Tanjab Timur Terima Bantuan Ratusan Peralatan Penanganan Karhutla Dari SKK Migas-PetroChina

“OMC diperkirakan masih berjalan hingga awal September karena masih ada potensi awan hujan,” kata Jaka di Posko Udara Karhutla Jambi, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis cuaca, potensi pembentukan awan hujan masih cukup baik hingga 2 September mendatang. 

Namun, pada periode 3 hingga 6 September, intensitas awan diperkirakan menurun dengan kondisi cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan.

Karena itu, BMKG bersama Satgas Karhutla memaksimalkan pelaksanaan OMC pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.

BACA JUGA:Tersangka Karhutla Jambi Kini Jadi 10 Orang, Polisi Ungkap 17,25 Hektare Lahan Dibakar

Selama potensi awan masih tersedia, tim akan terus melakukan penaburan garam (NaCl) di wilayah yang berpotensi membentuk hujan.

Langkah ini dilakukan untuk membantu meningkatkan curah hujan dan menekan penyebaran kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah di Jambi.

Pada Senin, 31 Agustus 2026, Satgas Karhutla telah melaksanakan dua kali penerbangan OMC. Penyemaian pertama dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB dengan menaburkan satu ton garam di wilayah Kabupaten Tanjab Timur dan Kabupaten Tebo.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, tim kembali melakukan penyemaian garam di wilayah Tanjung Jabung Timur, khususnya di sekitar kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).

BACA JUGA:Kemarau dan Kabut Asap Karhutla, Pemkot Jambi Serukan Shalat Istisqa

“Kami terus memantau perkembangan cuaca. Jika ada potensi awan hujan, tim langsung bergerak. Kegiatan dimulai sejak pagi hingga pukul 21.00 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan Satgas Karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menunjukkan hasil positif.

Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Hujan tersebut terjadi di Kabupaten Tanjab Timur, Muarojambi, dan Tanjab Barat.

BACA JUGA:Cegah Kebakaran Meluas di Tanjab Timur, Satgas Karhutla Terapkan Pola Penyekatan

Ia berharap hujan yang berhasil diturunkan melalui OMC dapat membantu membasahi lahan gambut, mengurangi titik api, serta memperbaiki kualitas udara yang beberapa pekan terakhir memburuk akibat kabut asap karhutla.




Kategori :