JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jambi terus mematangkan persiapan menjelang revalidasi Geopark Merangin oleh tim asesor UNESCO.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan tidak ada lagi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan geopark yang berpotensi memengaruhi hasil penilaian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengatakan tim asesor UNESCO dijadwalkan tiba pada Minggu depan.
Setibanya di Kota Bangko, Kabupaten Merangin, tim akan disambut oleh Bupati Merangin beserta jajaran sebelum melanjutkan agenda penilaian di kawasan Geopark Merangin.
BACA JUGA:Merangin Bersiap Sambut Tim Penilai Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026
"Kami sudah meminta Pak Bupati beserta jajaran untuk menyambut tim asesor di Bangko dan memfasilitasi perjalanan mereka hingga ke lokasi Geopark Merangin," ujar Sudirman, Kamis (6/8).
Sudirman menjelaskan, dalam proses revalidasi tersebut, Geopark Merangin akan dinilai untuk menentukan status keberlanjutannya di UNESCO.
Hasil penilaian nantinya akan menentukan apakah Geopark Merangin tetap berada di zona hijau, turun ke zona kuning, atau masuk zona merah.
"Kalau zona hijau berarti tetap menjadi bagian dari UNESCO. Kalau zona kuning masih diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan. Namun, kalau sudah zona merah, berarti keluar dari binaan UNESCO," jelasnya.
BACA JUGA:250 Personel Gabungan Tertibkan PETI di Geopark Merangin
Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari.
Pemerintah berharap Geopark Merangin mampu mempertahankan status terbaik sehingga tidak memerlukan banyak perbaikan.
Selain kesiapan fasilitas dan akses menuju lokasi, Sudirman menegaskan aspek keamanan kawasan juga menjadi perhatian penting.
Menurutnya, kawasan geopark harus tetap terjaga dan terbebas dari aktivitas yang dapat merusak lingkungan maupun situs geologi yang ada.
BACA JUGA:Siap-siap! Unesco Akan Datangi Geopark Merangin, Al Haris Minta Tambang Emas Ilegal Ditindak Tegas
"Yang paling penting adalah pengamanannya. Jangan sampai ada aktivitas yang merusak cagar budaya maupun kawasan geopark. Kita harus memastikan lokasi aman, terjaga dengan baik, dan akses menuju lokasi juga mudah," katanya.
Sudirman mengakui aktivitas PETI dapat memberikan dampak negatif terhadap penilaian tim asesor UNESCO.
Karena itu, pemerintah berharap tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal di kawasan Geopark Merangin selama proses revalidasi berlangsung.
"Kita berharap sudah tidak ada lagi aktivitas seperti itu. Bagaimanapun aktivitas PETI pasti akan mengganggu penilaian dan berdampak terhadap hasil revalidasi," tegasnya.
BACA JUGA: Al Haris Optimistis Geopark Merangin Tetap Diakui UNESCO
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jambi telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar dilakukan penertiban terhadap aktivitas PETI sebelum tim asesor UNESCO melakukan penilaian.
"Kita sudah membahasnya dalam rapat internal. Kita minta dilakukan penertiban atau razia terlebih dahulu agar terhindar dari penilaian negatif saat tim asesor UNESCO melakukan revalidasi Geopark Merangin," tutup Sudirman.