BPJS Ketenagakerjaan Matangkan Persiapkan Launching Program PEKA di Jambi

Selasa 14-07-2026,15:44 WIB
Reporter : Rizal Zebua
Editor : Rizal Zebua

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program baru Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).

Rapat teknis persiapan launching program tersebut digelar di Aula BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi pada Selasa 14 Juli 2026, menjelang peluncuran resmi yang direncanakan berlangsung pada Kamis 16 Juli 2026 di Kantor Walikota Jambi.

Program PEKA menargetkan para peserta termasuk ahli waris penerima manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dengan tujuan memberikan pelatihan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha baru.

Langkah ini diambil agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi dan mengurangi risiko timbulnya kemiskinan baru setelah menerima manfaat ataupun santunan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menjelaskan bahwa program ini merupakan inovasi untuk memperluas cakupan manfaat bagi peserta serta ahli waris penerima manfaat/santunan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stake holders saat ini membahas skema kerjasama agar program PEKA ini bisa terlaksana dengan optimal juga berkelanjutan,” ujarnya.

Data menunjukkan dari total 3.900an peserta yang dicover melalui dana program pemerintah Kota Jambi, sebanyak 11 orang pekerja meninggal dunia, dan baru dua orang ahli waris yang bersedia mengikuti pelatihan.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi, sehingga kegiatan rapat digelar untuk mencari solusi agar lebih banyak ahli waris mau ikut pelatihan. Pelatihan tersebut dibiayai melalui anggaran pemerintah kota atau Balai Latihan Kerja (BLK).

Hendra menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti program Pemanfaat Ekonomi dan Kemandirian nantinya mendapat pelatihan, pendampingan, pembinaan hingga bantuan modal usaha dari perbankan langsung yang dalam hal ini akan bersinergi bersama Bank Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Jenis pelatihan sementara ini masih untuk kategori usaha rumah tangga seperti pengolahan makanan dan minuman, barista dan konten kreator.

“Intinya, kami menargetkan mereka yang benar-benar ingin belajar dan berkembang agar manfaat uang tunai yang diterima peserta atau ahli waris bisa dialokasikan menjadi produktif. Untuk awal program ini kami menargetkan sekitar 30 orang peserta ikut pelatihan,” jelas Hendra.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menyambut baik inisiatif ini.

“Program ini termasuk salah satu program Walikota Jambi yang langsung menyentuh masyarakat. Kami menunggu launching pada hari Kamis nanti, dan kami yakin program ini akan memberikan manfaat nyata bagi penerima santunan,” ujarnya.

Program PEKA tidak hanya menekankan pada pelatihan keterampilan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki kemampuan berwirausaha yang dapat menopang kehidupan sehari-hari.

Fokus utama adalah memberikan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar dan memfasilitasi peserta untuk memiliki sarana produksi atau peralatan yang diperlukan.

Kategori :