JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengeluarkan peringatan serius terkait potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.
Peringatan tersebut muncul seiring eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kian memanas. Menurut JK, serangan militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan. Situasi geopolitik yang tidak stabil dapat mengganggu jalur distribusi minyak global, terutama dari kawasan Teluk yang selama ini menjadi pemasok utama energi dunia. BACA JUGA:Anti Lemas & Ngantuk! Ini 7 Cara Tetap Fokus Kerja Saat Puasa Ramadan Ancaman Lonjakan Harga Minyak Dunia Jusuf Kalla menilai, jika serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlanjut, harga minyak mentah global hampir dipastikan melonjak. Kenaikan tersebut terjadi akibat terganggunya jalur impor minyak dari Timur Tengah yang banyak melewati wilayah strategis Iran. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga tersebut. Ketergantungan terhadap pasokan dari negara-negara produsen di kawasan Teluk membuat posisi Indonesia cukup rentan. “Iran bisa saja membalas dengan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara sekitar seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Jika itu terjadi, pasokan minyak dari kawasan tersebut akan terganggu,” ujar JK. Ia memperkirakan dampak krisis tidak akan terasa dalam satu atau dua hari. Namun, dalam waktu satu minggu, tekanan terhadap pasokan dan harga energi global bisa mulai dirasakan. BACA JUGA:Ramadan 2026 di Jambi Makin Seru! Ini 5 Tempat Bukber Hits, dari Hotel Bintang hingga Paket Rp25 Ribuan Stok BBM Nasional Dinilai Rentan JK juga menyoroti keterbatasan cadangan BBM nasional yang rata-rata hanya cukup untuk sekitar tiga minggu. Jika konflik berlangsung lebih dari satu bulan, risiko kelangkaan BBM di dalam negeri semakin besar. Pasokan dari Arab Saudi, Iran, dan Kuwait berpotensi terhenti. Meski masih ada suplai alternatif dari Singapura, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya aman untuk menjamin stabilitas energi nasional. Eskalasi konflik semakin tajam setelah serangan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, disusul pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai operasi militer besar-besaran. Serangan roket yang menghantam Teheran hingga memicu korban jiwa, termasuk konfirmasi tewasnya Ali Khamenei pada 1 Maret 2026, memperparah ketegangan kawasan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel serta pangkalan militer di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. BACA JUGA:Tengah Malam Mencekam! 3 Remaja Diamankan Bawa Celurit Saat Patroli KRYD di Danau Teluk Pemerintah Siapkan Jalur Diplomasi Di tengah situasi genting tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk bertolak ke Iran guna memfasilitasi dialog damai. Langkah diplomasi ini dinilai penting untuk meredakan ketegangan sekaligus menjaga stabilitas regional. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki posisi strategis dalam mendorong komunikasi antar pihak yang bertikai. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalisir dampak krisis energi global terhadap perekonomian nasional. Stabilitas pasokan BBM menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. BACA JUGA:Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar Otomotif Sarankan Jangan Lepas Aki Karena Ini Jusuf Kalla pun meminta pemerintah untuk segera menyiapkan langkah antisipasi, termasuk diversifikasi sumber energi dan penguatan cadangan strategis nasional, guna menghadapi kemungkinan terburuk dari konflik yang terus berkembang.Dunia Bergejolak, Indonesia Terancam? JK Angkat Suara soal Risiko Kelangkaan BBM
Senin 02-03-2026,15:13 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal
Kategori :
Terkait
Rabu 08-04-2026,11:53 WIB
Ini Isi 'Kesepakatan Islamabad'! Upaya Hentikan Konflik Iran vs AS-Israel
Rabu 08-04-2026,11:33 WIB
Harga Minyak Dunia Rontok! Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran
Rabu 08-04-2026,11:23 WIB
Terungkap! Investigasi Awal PBB Soal Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Ada Tank Israel dan Dugaan IED
Selasa 07-04-2026,13:38 WIB
Keputusan Besar! Ini Alasan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026 Meski Minyak Dunia Tembus US$100
Selasa 07-04-2026,09:55 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam! Ketegangan AS–Iran Picu Kekhawatiran Krisis Energi Global
Terpopuler
Kamis 16-04-2026,09:21 WIB
BREAKING NEWS: Polda Jambi Berhasil Tangkap Alung si DPO Narkoba 58 Kg Sabu
Kamis 16-04-2026,12:29 WIB
BREAKING NEWS: Mantan Sekda Provinsi Jambi M Dianto Diperiksa Kejati Jambi
Kamis 16-04-2026,18:24 WIB
6 Orang Diamankan, Ratusan Tabung Disita: Kronologi Lengkap Penggerebekan Pabrik Whip Pink di Jakarta
Kamis 16-04-2026,10:56 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini! Turun Jadi Rp2,88 Juta per Gram, Ini Rincian Lengkap Semua Pecahan
Kamis 16-04-2026,11:54 WIB
Komplotan Curanmor Lintas Provinsi Dibongkar Polisi, Motor Curian Disita dari Jambi hingga Lampung
Terkini
Jumat 17-04-2026,07:55 WIB
Berkas Dinyatakan Lengkap, Penyidik Polres Sarolangun Serahkan Berkas 3 Pengedar Narkoba ke Jaksa
Jumat 17-04-2026,07:05 WIB
Krisis TPS! Sampah Liar Semakin Sulit Dikendalikan, DPRD Tebo Akan Panggil Kadis Lingkungan Hidup
Kamis 16-04-2026,19:55 WIB
Tersangka Alung Tidak Ditampilkan, Ini Penjelasan Kapolda Jambi
Kamis 16-04-2026,19:48 WIB
PN Sengeti Naik Kelas Jadi I B, Bupati BBS : Tanggung Jawab Pelayanan Hukum Kian Besar
Kamis 16-04-2026,19:27 WIB