JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kesempatan bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali terbuka.
Melalui laman resmi al.rekrutmen-tni.mil.id, pendaftaran Calon Bintara TNI AL Gelombang 2 Tahun Anggaran 2026 resmi diumumkan untuk masyarakat umum. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari pendaftaran online hingga seleksi tingkat pusat. BACA JUGA:Bau Mulut saat Puasa? Dokter Gigi Beberkan Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya Persyaratan Umum Calon Bintara TNI AL 2026 Calon peserta wajib memenuhi sejumlah kriteria dasar sebagai berikut:-
Warga Negara Indonesia (WNI), beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menganut salah satu agama yang diakui negara.
Sehat jasmani dan rohani.
Tidak bertato/bekas tato dan tidak memiliki tindik (kecuali ketentuan adat).
Tidak buta warna, tidak berkacamata, dan tidak menggunakan softlens.
Berkelakuan baik serta tidak memiliki catatan kriminal dari Polres setempat.
Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama Pendidikan Pertama.
Tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang.
Lulusan SMA/MA/SMK jurusan tertentu dengan nilai akhir rata-rata minimal 55,00.
Lulusan D3 dengan jurusan yang telah ditentukan.
Usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 22 tahun (SMA/MA/SMK), serta maksimal 24 tahun (D3) saat pembukaan pendidikan pertama.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama maksimal 10 tahun sejak dilantik.
Bukan prajurit TNI, anggota Polri, maupun PNS.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
Bebas narkoba dengan surat keterangan resmi.
Berdomisili sesuai KTP minimal 12 bulan di wilayah panitia daerah tempat mendaftar.
-
Akta Kelahiran
KTP calon
KTP orang tua/wali
Kartu Keluarga
Cetakan formulir pendaftaran
-
Peserta hanya diperbolehkan mendaftar di satu lokasi pendaftaran.
Ketentuan Tambahan yang Perlu Diperhatikan
Selain persyaratan utama, terdapat beberapa ketentuan tambahan:
Melampirkan sertifikat atau piagam prestasi minimal tingkat provinsi (jika ada).
Seleksi tingkat daerah akan diumumkan oleh panitia setempat.
Peserta yang lolos tingkat daerah akan mengikuti seleksi pusat di Lapetal Malang dengan biaya negara.
Peserta yang tidak lulus di tingkat pusat akan dipulangkan dengan biaya negara.
Wajib memiliki kartu BPJS Kesehatan aktif.
Memiliki akun media sosial aktif minimal enam bulan.