JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) resmi meluncurkan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Program Studi Bedah, Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Peresmian tersebut digelar di Auditorium Lantai 6 Kampus FKIK UNJA Telanaipura, Rabu (11/2/2026).
Peluncuran program ini menjadi langkah strategis UNJA dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus memperluas akses layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di Provinsi Jambi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Jambi Helmi, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Prof. Dr. Med. Setiawan yang mengikuti kegiatan secara daring. Turut hadir Ketua Senat UNJA Syamsurijal Tan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fauzi Syam, Dekan FKIK Humaryanto, jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi sekaligus Pelaksana Tugas Direktur RSUD Raden Mattaher, perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Direktur RSJD H. Muhammad Syukur, serta sejumlah rumah sakit mitra pendidikan dan unsur perbankan daerah.
Rektor UNJA Helmi menegaskan bahwa pembukaan tiga program pendidikan dokter spesialis tersebut merupakan pencapaian penting dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di wilayah Jambi dan sekitarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah pusat, perguruan tinggi mitra, pemerintah daerah, serta rumah sakit pendidikan.
“Peresmian program ini menunjukkan komitmen UNJA dalam membantu pemerataan layanan kesehatan spesialis. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi banyak pihak yang memiliki visi sama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Helmi.
Ia berharap program pendidikan dokter spesialis ini mampu mencetak tenaga medis profesional yang dapat mengisi kebutuhan layanan kesehatan spesialistik yang selama ini masih terbatas di daerah.
Dekan FKIK UNJA Humaryanto menjelaskan bahwa pembukaan program pendidikan spesialis tidak sekadar kegiatan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sumber daya tenaga kesehatan di Provinsi Jambi.
Ia menyampaikan bahwa lulusan program spesialis nantinya diharapkan dapat kembali mengabdi di daerah masing-masing sehingga distribusi tenaga medis dapat lebih merata.
“Program ini bukan hanya milik UNJA, tetapi menjadi harapan bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Para peserta didik nantinya akan ditempatkan sesuai kebutuhan daerah, sehingga layanan kesehatan dapat lebih optimal,” jelas Humaryanto.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan rumah sakit pendidikan menjadi kunci keberhasilan pengembangan program spesialis tersebut.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan apresiasi atas langkah UNJA dalam memperluas program pendidikan kedokteran spesialis. Ia menilai program tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan dokter spesialis yang inklusif menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan tenaga medis profesional.
“Kami berharap program ini mampu melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Jambi di masa depan,” ujar Abdullah Sani.
Menurutnya, penguatan sektor pendidikan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan spesialis, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara UNJA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah rumah sakit mitra pendidikan. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan praktik klinis, pengembangan riset, hingga peningkatan mutu layanan kesehatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan plakat sebagai simbol kolaborasi antar lembaga dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis di Jambi.
Harapan Baru bagi Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Dengan hadirnya tiga program pendidikan dokter spesialis ini, UNJA diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan tenaga medis unggulan di Sumatera, khususnya Jambi. Program ini juga diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, FKIK UNJA berkomitmen terus mengembangkan program pendidikan spesialis lainnya guna menjawab kebutuhan tenaga medis sesuai perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
FKIK UNJA Resmikan Tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis, Perkuat Layanan Kesehatan di Jambi
Rabu 11-02-2026,14:42 WIB
Editor : Edo Adri
Kategori :