Trump: Rusia dan China Juga Uji Coba Nuklir, AS Harus Kembali Menguji

Senin 03-11-2025,19:31 WIB
Reporter : widya
Editor : widya

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Korea Utara bukan satu-satunya negara yang melakukan uji coba senjata nuklir menurutnya, Rusia dan China juga menjalankan pengujian serupa meski tidak banyak dibahas publik. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan program 60 Minutes milik CBS News yang disiarkan pada Minggu 2 November 2025.

Dalam dialog dengan pewawancara yang menyebut Korea Utara sebagai satu-satunya negara penguji nuklir, Trump menanggapi dengan menyatakan, "Rusia melakukan uji coba, dan China juga, tetapi mereka tidak membicarakannya." 

Ucapan tersebut dilontarkan beberapa hari setelah Trump menginstruksikan militer AS untuk memulai kembali proses uji coba senjata nuklir, langkah yang memutus jeda lebih dari tiga dekade sejak uji coba terakhir di Amerika Serikat.

BACA JUGA:Pesawat A400M Siap Jalankan Misi Kemanusiaan, Indonesia Siaga Bantu Gaza

Trump mengatakan bahwa beberapa negara memang melakukan uji coba di lokasi yang tidak mudah dilacak dan menegaskan pandangannya bahwa Amerika Serikat sebaiknya tidak menjadi satu-satunya negara yang tidak menguji. 

"Negara lain melakukan uji coba. Kita satu-satunya negara yang tidak melakukannya, dan saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak menguji," ujarnya.

Walau menegaskan dukungannya terhadap pengujian, Trump juga menekankan bahwa ia tidak berniat menggunakan senjata nuklir. Namun, menurutnya, pengujian diperlukan untuk memastikan efektivitas alat tersebut. 

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Gubernur Riau Kena OTT KPK

"Bukankah itu masuk akal? Anda membuat senjata nuklir, lalu tidak mengujinya. Bagaimana Anda tahu senjata itu berfungsi?" kata Trump dalam wawancara itu.

Selain itu, Presiden AS menyoroti posisi relatif kekuatan nuklir global saat ini, menyebut Negeri 

Paman Sam memiliki kapasitas yang sangat besar. Ia mengatakan, Rusia berada di peringkat kedua sebagai negara pemilik persenjataan nuklir terbesar, dan China menempati urutan ketiga, namun menambahkan kekhawatirannya bahwa dalam beberapa tahun ke depan China bisa menyamai kekuatan AS.

"Mereka membuatnya dengan cepat, dan saya pikir kita harus melakukan sesuatu terkait denuklirisasi," ujarnya. "Kita memiliki cukup senjata nuklir untuk menghancurkan dunia 150 kali. Rusia punya banyak, dan China juga akan memiliki banyak."

Kategori :