Gubernur Jambi Al Haris Siagakan 88 Personel Mengawasi 6 Titik Jalur Angkutan Batu Bara

Rabu 13-03-2024,15:36 WIB
Reporter : Gita Savana
Editor : Gita Savana

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, siagakan 88 personel mengawasi 6 titik jalur angkutan batu bara di Jambi.

Ini merupakan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan batu bara di Jambi. 

Adapun enam jalur titik angkutan batu bara tersebut antara lain Jalur Sarolangun-Batanghari (Jebak), Jalur Wilayah Batanghari Pengawasan Mulut Tambang Durian Luncuk dan Kotoboyo, Pos Jebak-Simpang Kormeo-Simpang Tembesi-Tenam, Jalur Batanghari: Terusan-Tenam, Jalur Muaro Jambi, dan Jalur Merangin-Bungo-Sumatera Barat dan Jalur Tebo – Simpang Niam.

Al Haris memahami pentingnya batu bara dalam perekonomian Jambi dan untuk pasokan bahan operasional PLN di Sumatera.

BACA JUGA:Ini Tips dari Polda Jambi, Agar Rumah Aman Saat Ditinggal Tarawih

BACA JUGA:Masalah Angkutan Batu Bara di Jambi, Johansyah: Masyarakat Silakan Beri Info, Kita Tidak Anti Kritik

Oleh karena itu, upaya pantauan dan pengawasan dilakukan sebagai tindakan preventif dalam menurunkan angka kecelakaan di jalur pengangkutan batu bara di daerah-daerah yang terdampak.

Instruksi Gubernur Jambi nomor 1/INGUB/DISHUB/2024 tentang Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Batubara mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk mendorong para pengusaha pertambangan batu bara mempercepat pembangunan jalan khusus pengangkutan batu bara dan menjamin kelancaran pendistribusian logistik penyelenggaraan Pemilu tahun 2024.

Dalam rapat Satgas Gakum Was Batubara, Senin 11 Maret 2024, Asisten 2, Asisten 1, Dirlantas Polda Jambi, Kadishub Kota,Batanghari, Sarolangun dan Muaro Jambi beserta Kasat Lantas dan pengurus PPTB Jambi menyimpulkan bahwa dalam menghormati bulan Ramadhan, angkutan batubara hanya boleh keluar dari mulut tambang pada pukul 21:00 WIB – 04:00 WIB.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, mengatakan bahwa aktivitas batubara tetap dilakukan untuk menambah perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja lokal.

BACA JUGA:Nekat Merudapaksa dan Rekam Temannya Sendiri, Warga Kabupaten Merangin Ini Ditangkap Polisi

BACA JUGA:Berkas Lengkap, 3 Tersangka Kasus Illegal Drilling Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

“Aktivitas batubara tetap terus dilakukan selain menambah pertumbuhan ekonomi lokal seperti menyerap tenagakerja, geliat UMKM dan devisa negara termasuk daerah. Dan yang lebih penting dari itu ternyata batubara Jambi merupakan bahan dasar pasokan PLN Wilayah Sumatera yang apabila pasokan terganggu maka akan mempengaruhi pasokan listrik kedaerah bukan hanya di Jambi saja,” kata Ariansyah, pada Rabu 13 Maret 2024.

Ariansyah menambahkan bahwa pengangkutan batu bara tetap berjalan dengan mengoptimalkan jalur sungai dan diatur dengan regulasi yang ketat oleh Satgas Gakkum. Jadi, distribusi batu bara akan diatur secara ketat agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Jadi dengan katalain tetap berjalan tetapi dengan memaksimalkan jalur sungai dengan diatur secara ketat. Kita berharap manajemen distribusi saja yang diatur dengan ketat oleh Satgas Gakkum. Apabila dalam pelaksanaan terjadi trouble akan selalu di evaluasi oleh Satgas Gakkum,” pungkas Ariansyah. *

Kategori :