Sensus Pertanian 2023 dan Revitalisasi Pertanian

Kamis 22-06-2023,21:40 WIB
Reporter : Jambi Independent
Editor : Risza S Bassar

"Farmers . . . not only produce the food and fiber we need, but they help ensure our national security and economic stability." (Michelle Grainger)

"The best way to fight poverty is through agriculture." (Solace Agha Fominyen)

Pendahuluan

Salah satu pelajaran penting dari pandemi Covid-19 yang baru saja berlalu adalah perlunya penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan sebagai pondasi bagi ketahanan sosial dan ekonomi suatu bangsa. Hanya dengan pembangunan pertanian yang produktif, berdaya saing dan berkelanjutan, ketahanan pangan suatu bangsa akan dapat dicapai.

Dengan pemahaman ini, setiap negara selalu berupaya mengerahkan sumber daya secara total (at all cost) untuk melakukan transformasi dan askelerasi pembangunan pertanian. 

Negara-negara maju pada umumnya membangun pertanian lebih produktif dan membuat petani dan pelaku usaha pertanian lebih sejahtera.

BACA JUGA:Direktur PT TBM Sebut Telah Melewati berbagai Tahapan untuk Dapat Proyek

BACA JUGA:Diharapkan Bisa Tuntaskan Masalah Angkutan Batu Bara di Jambi, Ini Kata Kadishub Provinsi Jambi John Eka Powa

Negara-negara maju melakukan modernisasi pertanian dengan mengandalkan pada inovasi dalam budidaya dan pengolahan hasil pertanian, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat dan bijak, mengembangkan tata niaga yang terpadu, menyediakan bibit dan benih unggul, serta menyediakan infrastruktur pendukung secara lengkap dan modern.

Faktor yang sangat penting dan krusial bagi keberhasilan pertanian di negara-negara maju adalah pengembangan data dasar dan sistem informasi pertanian yang lengkap, bermutu, terkini dan dapat diakses secara mudah sebagai dasar perumusan kebijakan dan perencanaan agribisnis.

Sementara, pembangunan pertanian di Indonesia secara bertahap menunjukkan perbaikan kinerja. Namun, produktivitas hasil pertanian masih belum optimal yang disebabkan oleh terbatasnya persebaran benih dan bibit unggul, terjadinya alih fungsi lahan pertanian produktif, kurangnya inovasi, terbatasnya infrastruktur pertanian, kurang padunya jaringan pemasaran, dan lemahnya kesinambungan kebijakan pembangunan pertanian.

Revitalisasi pertanian menjadi jalan bagi Indonesia sebagai negara agraris untuk menjaga ketahanan pangan, sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Daihatsu Resmi Luncurkan All New Terios di Jambi

BACA JUGA:Gubernur Jambi Al Haris Pantau PPDB SMA dan SMK di Jambi

Revitalisasi pertanian perlu didasarkan pada pemahaman tentang profil dan peta pertanian yang lengkap dan kebijakan yang tepat.

Kategori :