Akui Kesalahan Anak Buahnya saat Perayaan Halloween, Kepala Polisi Korsel Minta Maaf

Selasa 01-11-2022,20:34 WIB
Editor : Surya Elviza

SEOUL, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID  - Kepala Kepolisian Nasional Korea Selatan (Korsel) Yoon Hee-keun menyampaikan duka mendalam dan meminta maaf atas tragedi Halloween di Itaewon.

Yoon pun mengakui adanya kesalahan dan kelalaian yang dilakukan anak buahnya sehingga tragedi pesta Halloween di Itaewon, Seoul, pada Sabtu 29 Oktober 2022 berakhir dengan kematian ratusan orang.

"Saya merasa sangat bertanggung jawab atas orang-orang yang terguncang dan berharap mereka yang terluka segera sembuh," ujar Yoon dalam konferensi pers di Seoul, Selasa 1 November 2022.

Dalam kesempatan itu, Yoon tak hanya meminta maaf. Dia juga berjanji akan melihat secara keseluruhan hal yang salah pada jajarannya.

BACA JUGA:Kesaksian Putri Candrawathi Sebut Tak Ingin Brigadir J Terbunuh: Saya juga Seorang Ibu..

BACA JUGA:Diduga Mengantuk, Sopir Toyota Rush Tewas pada Kecelakaan Tunggal di Jalinsum KM 55 Jujuhan, Kabupaten Bungo

"Untuk mengungkap kebenaran dengan jelas dan menentukan tanggung jawab, kami akan melakukan inspeksi dan investigasi intensif ke semua area secara cepat dan menyeluruh," ucapnya seperti dikutip dari JPNN.com

Untuk penyelidikan itu, Kepolisian Nasional Korsel akan melibatkan tim independen. Yoon mengungkapkan respons polisi terhadap pesta yang menjadi tragedi itu sangat kurang.

"Terkonfirmasi bahwa terdapat berkali-kali laporan darurat 112 yang memperingatkan parahnya situasi di tempat kejadian perkara sebelum insiden," katanya.

Yoon merinci mulai pukul 18.34 terdapat 11 panggilan masuk yang mengabarkan potensi bahaya di lokasi pesta pada hari nahas itu.

BACA JUGA:Mutasi Pertama Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono, Sejumlah Kapolsek Diganti

BACA JUGA:Massa Pencinta Habib Rizieq Kepung Polisi sambil Bawa Celurit

"Respons penanganan di lapangan atas panggilan darurat dinilai kurang memadai," tuturnya.

Perayaan Halloween di kawasan permukiman di Distrik Yonsang-gu, Seoul, itu menyebabkan kerumunan massa dalam jumlah besar.

Peserta pesta berdesak-desakan di sebuah gang selebar 3,2 meter yang menurun di Itaewon sehingga menimbulkan tragedi yang menewaskan 156 orang, termasuk warga negara asing (WNA). *

 



 

Kategori :