Setelah Kabur ke Thailand, Mantan Presiden Srilanka Kembali ke Negaranya...

Sabtu 03-09-2022,15:16 WIB
Editor : Surya Elviza

JAKARTA. JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Gotabaya Rajapaksa mantan Presiden Srilanka kembali setelah kabur karena krisis ekonomi ke Thailand pada Juli lalu.

Kedatangan mantan Presiden Srilangka ini dilaporkan oleh media lokal pada Sabtu dini hari menggunakan penerbangan komersial

Nuzly Hameem, salah satu pemimpin gerakan protes, mengatakan kembalinya mantan presiden seharusnya tidak menjadi masalah selama dia bertanggung jawab.

“Dia adalah warga negara Sri Lanka sehingga tidak ada yang bisa mencegahnya kembali. Tetapi sebagai seseorang yang menginginkan keadilan untuk sistem yang korup, saya ingin melihat tindakan yang diambil sehingga tegaknya keadilan, mereka harus mengajukan kasus terhadapnya dan meminta pertanggungjawabannya atas apa yang dia lakukan pada negara,” terang Hameem.

BACA JUGA:BREAKING NEWS : Pemerintah Resmi Naikkan Harga BBM Subsidi

BACA JUGA:Buat Wanita yang Sering Alami Gangguan Haid, Wajib Baca Ini

“Kami tidak berharap dia melarikan diri. Kami ingin dia mengundurkan diri. Selama dia tidak melibatkan dirinya dalam politik aktif, itu tidak akan menjadi masalah,” tambah Hameem seperti dilansir oleh aljazeera.com.

Sebelum ke Thailand, Rajapaksa sempat melarikan diri ke Maladewa pada 9 Juli, pergi ke Singapura dari sana dan menghabiskan beberapa minggu terakhir di Thailand dengan visa diplomatik. 

Rajapaksa terpilih sebagai Presiden pada 2019 dengan janji akan mendongkrak perekonomian negara dan memperkuat keamanan nasional setelah serangan bom yang diilhami oleh ISIL (ISIS) di gereja serta hotel yang menewaskan 270 orang pada Minggu Paskah tahun itu.

Krisis ekonomi di Srilanka mulai terjadi saat terjadinya kesalahan pemerindah yang melakukan pemotongan pajak secara drastis sehingga mengurangi pendapatan nasional dan menekan peringkat hutang.

BACA JUGA:Tulis Surat, Ferdy Sambo Bela Brigjen Hendra Kurniawan dari Balik Jeruji Besi

BACA JUGA:Dipolisikan karena Hoax, Deolipa: Saya Menduga Boleh Dong, Sama Kayak Komnas HAM

Selain itu pelarangan agrokimia disektor pertanian dengan dalih mempromosikan pertanian organik, dan pelepasan mata uang asing untuk mengendalikan nilai tukar secara artifisial menyebabkan krisis ekonomi terburuk dalam sejarah negara itu. 

Sri Lanka telah menangguhkan pembayaran utang luar negerinya, yang totalnya lebih dari 51 miliar dolar Amerika, di mana 28 miliar dolar Amerika harus dilunasi pada tahun 2027.

Dana Moneter Internasional mengumumkan pada hari Kamis lalu sebuah kesepakatan awal untuk memperpanjang 2,9 miliar dolar Amerika ke Sri Lanka selama empat tahun, asalkan ada jaminan dari kreditur negara untuk restrukturisasi pinjaman.

Protes terjadi di jalanan selama berbulan-bulan telah membubarkan keluarga politik Rajapaksa yang dulu kuat.

BACA JUGA:Berpotensi Giring Opini dan Kebencian, Deolipa Yumara dan Kamaruddin Simanjuntak Dilaporkan ke Bareskrim Polri

BACA JUGA:Ferdy Sambo Sebar Ancaman, Anak Buahnya Nobar CCTV Pembunuhan Brigadir J

Sebelum Rajapaksa mengundurkan diri, kakak laki-lakinya Mahinda Rajapaksa yang menjabat sebagai Perdana Menteri telah mengundurkan diri.

Selain itu tiga anggota keluarga dekat lainnya mundur dari posisi cabinet Srilanka.

Presiden Ranil Wickremesinghe yang menggantikan Rajapaksa, telah menindak para demostrasi dan membantu keluarga Rajapaksa serta pendukungnya yang bersembunyi untuk kembali ke politik publik. ( Reza Permana/disway.id)

Artikel ini juga tayang di disway.id
Dengan judul mantan presiden srilanka kembali setelah kabur karena krisis ekonomi ke thailand

Kategori :