Dalam 5 Hari Ayah dan Ibu Meninggal Karena Covid, 2 Bocah Ranu dan Rani Isolasi Mandiri

Jumat 16-07-2021,17:33 WIB

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dua anak warga Melikan Lor, Gandekan RT 04, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Bantul, DIY, Ranu dan Rani kini yatim piatu.

Kedua orang tua mereka meninggal lantaran Covid-19. Ranu dan Rani juga masih harus melakoni isolasi mandiri lantaran ikut terpapar.

Ketua Satgas Covid-19 Kalurahan Bantul Kuswandi mengatakan, kronologi berawal dari sang ayah berinisial T (44) yang mengalami penurunan kondisi tubuh pada Jumat (9/7).

T memiliki komorbid gangguan syaraf otak. “T swab antigen dan dinyatakan positif," katanya, Kamis (15/7), seperti yang dilansir dari jpnn.com.

Kuswandi menjelaskan, sebelumnya T menjalani dua kali swab antigen dengan hasil negatif.

Kemudian selang beberapa jam, dilakukan kembali swab antigen yang menyatakan T positif terpapar Covid-19.

Saat itu T menjalani isoman. Namun, keadaan tubuhnya terus menurun sampai akhirnya meninggal dunia.

"Rekomendasi Puskesmas II dimakamkan secara prokes. Kami lakukan," katanya.

Keesokan harinya, istri T dan kedua anaknya menjalani swab antigen di puskesmas, Sabtu (10/7). Ketiganya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Ketiganya diantar ke Selter Kapanewon Bantul di Kalurahan Sabdodadi.

“Perawatan, tidak ada gejala. Namun, Rabu (14/7) pagi, si ibu mengalami penurunan yang luar biasa, drop napas tersengal. Pukul 07.00 gagal napas dan dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.

Almarhum T dan almarhumah CW meninggalkan Rani dan Ranu.

"Rani perempuan (kakak) dan Ranu masih kelas empat SD, cowok. Ini sangat menyayat hati kami. Karena kondisi mereka juga tidak seberuntung yang lain. Ibunya itu aktivis di Bantul dan kader yang hebat,” kata Kuswandi.

Kondisi Ranu dan Rani saat ini masih positif Covid-19. Namun, keduanya diperkenankan oleh Satgas untuk menyaksikan prosesi pemakaman ibunya.

“Kami keluarkan dari selter, biar melihat ibuke. Prokes,” ujarnya.

Tags :
Kategori :

Terkait