Polda Jambi Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Wakapolda Jambi Brigjen Pol K Yani Sudarto saat mengecek perlengkapan.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga cuaca ekstrem menjadi perhatian Polda Jambi dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Provinsi Jambi. Untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan tersebut, Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Taman Rimba, Kota Jambi, Kamis 5 November 2026.
Apel tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian. Sejumlah unsur lintas instansi turut hadir, mulai dari TNI, Basarnas Provinsi Jambi, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga instansi terkait lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi bencana. Sebab, penanganan bencana membutuhkan kesiapan personel, peralatan, serta kerja sama antarlembaga agar pertolongan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol K Yani Sudarto. Ia didampingi Karo Ops Polda Jambi, Danyon A Satbrimob Polda Jambi, serta Kabag Binops Ditsabhara Polda Jambi.
BACA JUGA:Beasiswa Fulbright ke Amerika Serikat Dibuka hingga Februari 2027, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Dalam arahannya, Wakapolda mengingatkan bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi kerawanan bencana alam yang perlu diantisipasi secara bersama-sama. Intensitas hujan, kondisi cuaca, serta perubahan iklim yang sulit diprediksi dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah bencana.
Banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan cuaca ekstrem menjadi beberapa ancaman yang harus diwaspadai. Karena itu, seluruh personel dan instansi terkait diminta tidak hanya menunggu terjadinya bencana, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah melakukan pemantauan perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Personel juga diminta mengenali daerah rawan bencana serta memastikan langkah kesiapan dan rencana kontingensi dapat dijalankan dengan baik.
Selain kesiapan personel, kondisi sarana dan prasarana menjadi perhatian dalam apel tersebut. Wakapolda meminta seluruh perlengkapan pendukung penanggulangan bencana dipastikan berada dalam kondisi siap operasional.
BACA JUGA:Perombakan KPK: Ini Daftar Pejabat yang Dilantik, Termasuk Direktur Penyidikan
Peralatan yang belum memenuhi kebutuhan atau mengalami kerusakan diminta segera diperbaiki. Jika terdapat kekurangan sarana pendukung, pemenuhan kebutuhan juga perlu dilakukan agar perlengkapan dapat digunakan sewaktu-waktu ketika situasi darurat terjadi.
Pengecekan peralatan menjadi bagian penting karena kecepatan penanganan di lapangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel. Ketersediaan dan kelayakan perlengkapan turut memengaruhi kemampuan petugas dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.
Wakapolda juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan personel melalui latihan secara berkala dan berkesinambungan. Menurutnya, latihan harus dilaksanakan secara terencana dan realistis dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
Dengan demikian, setiap personel memahami prosedur penanganan, mampu bekerja dalam tim, serta dapat mengambil tindakan sesuai tugas dan kewenangannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




