Jalan Rusak Imbas Proyek Sekolah Rakyat Jambi, Warga Mayangmangurai Protes
Poster protes warga pada kerusakan jalan.-ist/jambi independent-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Warga RT 42, Kelurahan Mayangmangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki.
Kerusakan tersebut diduga dipicu aktivitas kendaraan berat selama pengerjaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat.
Kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama warga yang setiap hari melintasi kawasan permukiman padat penduduk tersebut.
Sebagai bentuk protes, warga memasang poster atau baliho berisi tuntutan perbaikan jalan pada 25 Oktober 2026.
Mereka mendesak pemerintah setempat dan pihak terkait segera mengambil tindakan sebelum kerusakan jalan menimbulkan korban.
Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Namun, kondisinya yang rusak dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengendara.
Warga menduga kerusakan terjadi akibat aktivitas kendaraan pengangkut material proyek dengan muatan berat yang melampaui kemampuan jalan lingkungan.
BACA JUGA:Lebih Besar, Sekolah Rakyat Bungo BisaTampung 2.520 Siswa
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat itu diketahui berlangsung sejak akhir 2025 hingga September 2026.
Berdasarkan informasi, saat kegiatan proyek berlangsung, pihak kontraktor sempat melakukan perbaikan pada bagian jalan yang rusak menggunakan adukan semen dari truk molen.
Namun, perbaikan tersebut dinilai tidak efektif karena hanya bertahan sementara.
Ketika kembali dilalui kendaraan bermuatan berat, jalan yang sebelumnya diperbaiki kembali mengalami kerusakan.
BACA JUGA:Bukan Cuma Sekolah Gratis, Sekolah Rakyat Buka Peluang Bantuan Usaha dan Bedah Rumah
Hingga proyek hampir rampung, warga mengaku belum melihat perbaikan jalan secara menyeluruh.
Warga pun meminta kontraktor dan pemerintah terkait segera menindaklanjuti keluhan tersebut.
Mereka berharap ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang diduga berkaitan dengan aktivitas proyek.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Kementerian Prasarana Strategis di Jambi belum membuahkan keterangan dari pejabat berwenang.
Seorang petugas keamanan menyampaikan bahwa pimpinan sedang tidak berada di kantor.
Petugas tersebut menyarankan agar awak media mengajukan surat resmi untuk meminta keterangan mengenai kewenangan perbaikan jalan tersebut.
Ia juga menyebut, berdasarkan pengetahuannya, urusan jalan kemungkinan berkaitan dengan BPBPK Jambi.
Awak media kemudian mendatangi kantor BPBPK Jambi untuk meminta konfirmasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



