17.261 Titik Panas Terpantau di Jambi Sepanjang 2026
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga.-APRILYA DIAN PUTRI/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Jambi mencapai 17.261 titik sepanjang Januari hingga 21 Oktober 2026.
Kabupaten Tanjab Timur menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, disusul Muarojambi dan Sarolangun.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan, tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi perhatian, terutama di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini.
Berdasarkan data pemantauan, sebanyak 5.565 titik panas terdeteksi selama periode 1 hingga 21 Oktober 2026.
BACA JUGA:Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Terdampak Kabut Asap, Jarak Pandang Berangsur Membaik
Sementara secara kumulatif sejak awal tahun hingga 21 Oktober, jumlahnya mencapai 17.261 titik.
“Di bulan Oktober saja, dari tanggal 1 hingga 21 ada 5.565 yang kita rekap titik panas. Kemudian, sepanjang tahun 2026 dari Januari sampai tanggal 21 Oktober 2026 itu sudah 17.261 titik panas,” ujar Jaya.
Dia merinci, Kabupaten Tanjab Jabung Timur mencatat jumlah titik panas tertinggi, yakni sebanyak 5.210 titik.
Berikutnya Kabupaten Muarojambi dengan 3.181 titik dan Kabupaten Sarolangun sebanyak 2.339 titik.
BACA JUGA:Kabut Asap Menebal Sejak Pagi, ISPU Kota Jambi Tembus 250
Menurut Jaya, kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang turut memengaruhi panjangnya musim kemarau.
Cuaca yang relatif kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu tetap diwaspadai.
“Memang di tahun 2026 ini ada fenomena El Nino, musim kemarau juga cukup panjang. Ini ditandai dengan banyaknya titik panas yang terpantau oleh satelit di Provinsi Jambi,” jelasnya.
Dia menyebutkan, jumlah titik panas pada 2026 telah melampaui angka pada tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Antisipasi ISPA Akibat Kabut Asap, Pemkot Jambi Buka Layanan Kesehatan Gratis
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang mencatat jumlah hotspot tinggi.
Meski hujan mulai turun di beberapa daerah menjelang akhir Oktober, kondisi tersebut belum berarti seluruh wilayah Jambi terbebas dari ancaman Karhutla.
Hujan masih terjadi secara terbatas dan belum merata di seluruh kabupaten dan kota.
Jaya mengatakan, pemantauan titik panas tetap penting dilakukan seiring perubahan kondisi cuaca.
BACA JUGA:40 Cabor Tetap Dipertandingkan di Porprov Jambi 2027
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena kondisi lingkungan yang masih kering di sejumlah wilayah dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



