bank jambi terbaru

Al Haris Respons Massa Lewat Video Call, Janjikan Temui Pendemo pada 19 Oktober

Al Haris Respons Massa Lewat Video Call, Janjikan Temui Pendemo pada 19 Oktober

DEMO: Al Haris melakukan video call dengan pengunjuk rasa, dan menjanjikan akan menemui mereka pada Senin, 19 Oktober 2026.-APRILYA DIAN PUTRI/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Suasana memanas mewarnai aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa dan masyarakat di halaman Kantor Gubernur Jambi pada Kamis, 15 Oktober 2026. 

Lantaran Gubernur tak kunjung menampakkan diri di lokasi, massa yang terus mendesak akhirnya mendapatkan penjelasan langsung dari Gubernur Jambi, Al Haris, melalui sambungan panggilan video (video call).

Dalam percakapan virtual tersebut, Al Haris menjelaskan alasan ketidakhadirannya di tengah-tengah pendemo, karena harus merampungkan agenda kedinasan di luar kota. 

Namun, ia memastikan akan hadir dan menemui massa secara langsung di Kantor Gubernur pada Senin pekan depan, 19 Oktober 2026.

BACA JUGA:Aksi Mahasiswa Memanas! Massa Sudah Sampai ke Depan Kantor Gubernur Jambi

"Hari ini saya berhalangan hadir karena ada tugas di luar kota. Insya Allah, hari Senin tanggal 19 nanti saya akan temui rekan-rekan semua langsung di Kantor Gubernur," ujar Al Haris melalui sambungan video call di hadapan para pendemo.

Kendati janji temu telah dikantongi, amarah dan kekecewaan massa tak surut begitu saja. Luka batin dan himpitan ekonomi yang kian mencekik akibat krisis karhutla serta wabah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi bahan bakar utama unjuk rasa kali ini. 

Armando, salah satu perwakilan massa yang juga berstatus sebagai korban terdampak, menumpahkan keresahan mendalam yang dirasakannya sebagai anak dari kalangan pekerja bawah.

Dengan suara tegas di tengah kerumunan, Armando menceritakan bagaimana hantaman krisis ini telah melumpuhkan dapur keluarganya secara total selama berbulan-bulan.

BACA JUGA:Kasus Narkotika Oknum ASN Ditjenpas, Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa, Sidang Lanjut ke Pembuktian

"Kita lihat anak-anak bayi yang terkena dampak daripada ISPA ini, dampak ekonominya. Ini yang sebenarnya menjadi keprihatinan kami terhadap pemerintahan Provinsi Jambi ini. Saya sendiri merasakan bagaimana orang tua saya dari kalangan ekonomi kelas bawah, sudah dua bulan lebih tidak bisa mendapatkan penghasilan dari kerja kerasnya akibat dampak dari karhutla dan ISPA ini. Itu sangat-sangat terasa sekali dampaknya bagi kami," ungkap Armando dengan penuh penekanan.

Kondisi pilu tersebut berpadu dengan kekecewaan terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai acuh tak acuh. Armando menyayangkan para pemegang kekuasaan yang terus bersembunyi dan enggan mendengarkan keluh kesah rakyat secara langsung di lapangan, bahkan sekadar melontarkan kata maaf atas kegagalan tata kelola krisis ini.

Selain menuntut pertanggungjawaban moral dan permohonan maaf terbuka, massa juga mendesak transparansi aliran dana penanganan dari pusat senilai Rp30 miliar yang hingga kini wujud dan distribusinya tak kunjung jelas.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait