36 Hari Menembus Medan Gambut, Tim Gabungan Buka Akses Menuju Titik Api di TNBS
Karhutla di Taman Nasional Berbak Sembilang.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID — Selama 36 hari, personel pemadam harus berjibaku dengan gambut lembut, kayu rebah dan akses yang nyaris tidak tersedia.
Sedikit demi sedikit jalur dibuka. Pada 30 September, tim gabungan akhirnya berhasil menembus akses menuju arah titik api melalui kawasan Sungai Benuh, Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Jambi.
Operasi yang berlangsung sejak kebakaran terjadi pada 25 Agustus 2026 itu melibatkan Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PDIW dan PT Tripupa Jaya (TPJ).
Pembukaan akses dilakukan bersamaan dengan pembuatan sekat bakar, pemadaman langsung, pendinginan, pembangunan embung dan pengerahan peralatan untuk mendekatkan personel ke lokasi kebakaran.
BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat Akibat Karhutla, Kemenag Jambi Minta Madrasah Prioritaskan Kesehatan Siswa
FOM Head Alex Fatra mengatakan, terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting setelah operasi panjang di medan gambut yang sulit dijangkau.
“Selama 36 hari tim terus berupaya membuka akses di tengah kondisi gambut yang lembut, banyak kayu rebah, serta medan yang sulit dijangkau. Terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting, tetapi operasi belum selesai. Bersama Satgas Karhutla dan seluruh unsur di lapangan, kami terus melanjutkan pemadaman, pembuatan sekat bakar dan pengamanan area agar kebakaran dapat dikendalikan,” ujar Alex.
Upaya penanganan diperkuat sejak 22 September dengan pengerahan puluhan personel gabungan, alat berat, pompa pemadaman serta dukungan udara.
Dalam rangkaian operasi tersebut, tim telah membuka lebih dari 20 kilometer akses dan membangun lebih dari 8 kilometer sekat penyangga, disertai pemadaman langsung, pendinginan dan pengiriman logistik.
BACA JUGA:Peringatan! ISPU Kota Jambi Tembus 393, Masuk Kategori Berbahaya
Sebanyak 16 unit excavator turut dikerahkan untuk membantu membuka jalur di tengah vegetasi dan kayu rebah. Operasi juga didukung pompa tekanan tinggi, peralatan pemadaman gambut serta water bombing dari udara.
Perkembangan utama pada 30 September terjadi di kawasan Sungai Benuh. Tim menyelesaikan jalur terobosan sekitar 4,8 kilometer menuju zona penyangga, disertai pembangunan sekat bakar di sisi kiri dan kanan serta jalur menuju area titik api.
Di sekitar batas area kebakaran, pekerjaan sekat bakar terus diperpanjang. Embung juga dibangun untuk memperkuat ketersediaan air bagi operasi pemadaman. Dari arah Sungai Benuh batas Jambi, pembukaan jalur terus dilakukan untuk memperkuat akses ke kawasan operasi.
Medan menjadi tantangan utama. Gambut yang lembut menyulitkan mobilisasi alat berat, sementara banyaknya kayu rebah menghambat pergerakan personel. Sejumlah peralatan juga sempat mengalami kendala teknis dan membutuhkan penanganan mekanik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



