Mercedes-Benz Akselerasi Pengembangan Baterai Solid-State Lewat Kemitraan Taiwan
Mercedes-Benz Akselerasi Pengembangan Baterai Solid-State Lewat Kemitraan Taiwan--ist/jambi-independent.co.id--
JJAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pabrikan otomotif terkemuka asal Jerman, Mercedes-Benz, kian serius menggarap lini kendaraan listrik berbasis teknologi daya masa depan.
Memperkuat kolaborasi yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun, Mercedes-Benz kembali menggandeng produsen energi asal Taiwan, ProLogium, untuk menguji coba sel baterai solid-state generasi terbaru.
Lewat kerja sama teranyar ini, Mercedes-Benz memperoleh hak istimewa sebagai salah satu pihak pertama yang dapat menguji sel baterai generasi keempat (lithium-ceramic) rancangan ProLogium.
Rangkaian uji coba yang mencakup performa kelistrikan, daya tahan termal, hingga tingkat keamanan akan berlangsung di laboratorium internal Mercedes-Benz serta fasilitas pengujian independen.
BACA JUGA:Yamaha Classy Jadi Prima Dona Baru Anak Muda Bandung
Keunggulan Teknologi Solid-State
Penggunaan material elektrolit padat menggantikan cairan pada baterai lithium-ion konvensional menjadi batu pijak penting bagi industri otomotif. Inovasi separator berbahan keramik dan elektrolit anorganik ini menawarkan berbagai nilai tambah:
● Keamanan Ekstra: Material tidak mudah terbakar sehingga menekan risiko kebakaran akibat thermal runaway.
● Performa Unggul: Memiliki kerapatan energi lebih tinggi yang mendukung penyaluran daya besar serta pengisian ulang baterai yang jauh lebih singkat.
BACA JUGA:BYD Siapkan Sedan Listrik Ultra-Mewah Yangwang, Siap Tandingi Dominasi Rolls-Royce
● Efisiensi Jangka Panjang: Menawarkan daya tahan sel yang lebih awet dibandingkan teknologi terdahulu.
Anggota Dewan Manajemen Mercedes-Benz Group AG, Jörg Burzer, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memimpin arah transformasi mobilitas ramah lingkungan melalui jalur inovasi.
Ekspansi Global dan Strategi Multi-Mitra
ProLogium sendiri saat ini tengah mengepakkan sayap produksinya. Selain mengoperasikan fasilitas manufaktur di Taiwan, mereka sedang menyiapkan pabrik raksasa berkapasitas 44 GWh di Dunkirk, Prancis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



