bank jambi baru

Kebakaran Hebat di Jelutung, 19 Rumah Terbakar dan 20 KK Terdampak

Kebakaran Hebat di Jelutung, 19 Rumah Terbakar dan 20 KK Terdampak

Kebakaran Hebat di Jelutung, 19 Rumah Terbakar dan 20 KK Terdampak--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (29/8/2026). Sedikitnya 19 rumah terbakar, menyebabkan 20 kepala keluarga (KK) atau 59 jiwa terdampak.

Besarnya jumlah bangunan yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mengerahkan puluhan personel dan belasan armada untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 13.52 WIB melalui layanan WhatsApp Damkar, sambungan telepon maupun Call Center 112. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB, atau hanya 12 menit setelah laporan diterima.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi. Kondisi di lapangan cukup berat karena permukiman padat, akses masuk sempit dan angin cukup kencang sehingga api berpotensi cepat menyebar,” ujar Kadis Damkartan Kota Jambi.

Dalam operasi tersebut, Damkartan mengerahkan sekitar 60 personel yang berasal dari sejumlah pos pemadam kebakaran. Sebanyak delapan unit armada tempur, tiga unit armada suplai, satu armada komando serta satu unit ambulans PSC 119 diterjunkan ke lokasi.

Petugas bekerja selama sekitar 3 jam 15 menit untuk mengendalikan api. Air yang digunakan dalam proses pemadaman mencapai sekitar 95 ribu liter.

Kondisi permukiman menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas. Jalan menuju titik kebakaran yang sempit membuat pergerakan armada pemadam tidak dapat dilakukan secara leluasa.

Selain itu, angin kencang turut mempercepat pergerakan api dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kepadatan rumah juga membuat petugas harus bekerja cepat untuk memutus jalur penyebaran api.

“Kita menghadapi beberapa kendala, terutama akses yang sempit, kepadatan permukiman dan angin yang cukup kencang. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan cepat supaya api tidak semakin meluas,” katanya.

Petugas kemudian melakukan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Damkartan juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan jaringan listrik di sekitar lokasi dipadamkan selama proses pemadaman berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko tambahan bagi petugas maupun masyarakat.

Pengamanan lokasi turut melibatkan TNI dan Polri. Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kemudian diserahkan kepada Polsek Jelutung untuk pemasangan garis polisi serta proses penyelidikan penyebab kebakaran.

Di tengah proses pemadaman, petugas juga menghadapi persoalan lain. Banyak warga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan kebakaran, bahkan sejumlah di antaranya melakukan siaran langsung melalui media sosial dari jarak dekat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ruang gerak petugas dan armada pemadam yang sedang berupaya menangani kebakaran.

Kadis Damkartan mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran hanya untuk menyaksikan maupun melakukan siaran langsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi ketika petugas sedang melakukan pemadaman. Jangan sampai kehadiran warga justru menghambat pergerakan armada dan membahayakan diri sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, dalam situasi kebakaran, prioritas utama adalah keselamatan warga dan korban serta memastikan petugas memiliki ruang yang cukup untuk bekerja.

“Kalau masyarakat ingin membantu, yang paling penting adalah memberikan akses kepada petugas. Jangan menutup jalan atau berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah berjibaku selama lebih dari tiga jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Namun, dampak kebakaran cukup besar. Sebanyak 19 rumah terdampak dengan total 20 KK atau 59 jiwa.

Sementara nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan.

Untuk penyebab kebakaran, pihak Damkartan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Lokasi kejadian telah diserahterimakan kepada Polsek Jelutung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami dari Damkartan fokus pada penanganan kebakaran dan memastikan api tidak meluas,” katanya.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari PLN Jambi, PSC 119, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, relawan pemadam kebakaran, Dinas Sosial, Polsek Jelutung, Kecamatan Jelutung hingga Kelurahan Cempaka Putih.

Petugas Damkartan dan seluruh unsur pendukung kemudian kembali ke mako dan pos masing-masing sekitar pukul 17.40 WIB.

Kadis Damkartan menegaskan, penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk membutuhkan respons cepat sekaligus dukungan masyarakat. Akses bagi armada, kepatuhan warga terhadap arahan petugas serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Dalam kondisi seperti ini, setiap menit sangat berarti. Karena itu, kami minta masyarakat segera melapor ketika melihat kebakaran dan memberikan akses seluas-luasnya kepada petugas untuk melakukan penanganan,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: