bank jambi baru

ISPA di Jambi Naik, Dinkes: Belum Terjadi Peningkatan Bermakna Kasus ISPA

ISPA di Jambi Naik, Dinkes: Belum Terjadi Peningkatan Bermakna Kasus ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. Ike Silviana. --Andin/jambi-independent.co.id--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jambi terus dipantau di tengah kondisi kemarau dan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk Minggu ke-32 atau periode sampai 15 Agustus 2026, angka ISPA di Provinsi Jambi tercatat mencapai 6.446 kasus.

Angka tersebut meningkat dibandingkan dua pekan sebelumnya, yaitu 6.347 kasus pada Minggu ke-30 dan 6.177 kasus pada Minggu ke-31.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. Ike Silviana mengatakan peningkatan kasus ISPA memang terjadi. Namun, jika dibandingkan dengan kondisi secara keseluruhan sejak minggu 1-minggu 32, peningkatan tersebut belum tergolong bermakna.

BACA JUGA:Cuaca Jambi Hari Ini Cerah, Suhu Udara Diperkirakan Mencapai 33 Derajat Celsius

“Angka ISPA memang ada peningkatan,  namun meningkatnya belum masuk yang bermakna,” kata Ike kepada Jambi Independent, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, angka ISPA di Provinsi Jambi bervariasi sekitar 4.000-6.850 kasus per Minggunya. Data ini diambil dari Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Jambi setiap minggu. 

Ia juga mengatakan, sebenarnya sudah beberapa kali angka ISPA berada di kisaran 6.000 kasus sejak awal tahun. Kondisi tersebut terjadi pada sejumlah minggu, termasuk Minggu ke-3 hingga Minggu ke-7 serta Minggu ke-14 dalam tahun 2026.

Ike menjelaskan, ISPA tidak hanya dipengaruhi oleh kabut asap. Penyakit tersebut juga dapat meningkat pada musim hujan maupun musim kemarau.

BACA JUGA:Honda Click 160R Limited Edition Meluncur, Skutik Sporty Eksklusif yang Hanya Diproduksi 500 Unit

Namun, keberadaan kabut asap saat ini dapat memperparah kondisi masyarakat yang sudah mengalami gangguan pernapasan.

“Adanya kabut asap akan mempermudah dan memperburuk kondisi ISPA terutama pada anak kecil, orang tua, dan pasien yang memiliki penyakit jantung dan paru,” ujarnya

Untuk mengantisipasi dampak karhutla, Dinkes Jambi telah meminta kabupaten dan kota untuk memetakan wilayah yang berisiko terhadap karhutla sejak Juni lalu.

Puskesmas di wilayah tersebut diminta ikut memantau perkembangan kasus ISPA dan memberikan pengobatan.

BACA JUGA:Toyota Avanza Bekas Rp70 Jutaan! Mesin Bandel dan Suku Cadang Melimpah, Masih Layak Jadi Mobil Keluarga?
 
“Kalau di Puskesmas jelas kita mengobati untuk ISPA, namun kita juga membentuk TGC atau tim-tim kesehatan untuk membantu petugas yang turun ke lapangan,” ujarnya
 
Selain itu, Dinkes menyiapkan logistik seperti obat-obatan dan masker. Namun, pembagian masker akan melihat kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah (ISPU).
 
“Pembagian masker kita lihat berdasarkan ISPU. ISPU-nya tidak sehat-sangat tidak sehat-berbahaya tentu diminta menggunakan masker. Beberapa Kabupaten/Kota melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas sudah melakukannya” jelasnya.
 
Ike juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit jantung dan paru.

BACA JUGA:Kejati Jambi Tahan Tersangka Baru, Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Akses Jalan Menuju Pelabuhan Ujung Jabung
 
“Untuk kelompok orang sensitif termasuk anak-anak, bumil, lansia, dan pasien dengan penyakit jantung dan paru di himbau untuk membatasi kegiatan diluar ruangan” katanya 

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker terutama jika ISPU sudah tidak sehat.

Tetap jaga imunitas tubuh dengan minum air yang banyak, makan yang cukup dan bergizi serta istirahat cukup. Batasi kegiatan diluar ruangan jika kondisi udara sudah tidak sehat. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait