BPS Catat Ekspor dan Impor Jambi Sama-sama Turun pada Juni 2026
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha saat menyampaikan rilis resmi.-SEPTIN RITA ANDINI/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi JAMBI mencatat nilai ekspor asal Provinsi JAMBI pada Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Nilai ekspor tercatat sebesar US$190,78 juta atau turun 2,02 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai US$194,72 juta.
Kepala BPS Provinsi JAMBI, Aidil Adha, mengatakan penurunan tersebut terjadi secara bulanan.
Meski demikian, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Provinsi Jambi.
BACA JUGA:Imbau Warga dan Pelaku Usaha Beri Data, WaliKota Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi BPS
"Kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan sebesar 50,11 persen, disusul sektor pertambangan sebesar 45,41 persen, dan sektor pertanian sebesar 4,48 persen," ujarnya saat menyampaikan rilis resmi BPS.
Aidil juga menjelaskan, secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor Jambi mencapai US$1,02 miliar.
Angka tersebut turun 3,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi melemahnya ekspor sektor pertanian dan pertambangan, sementara sektor industri pengolahan justru mencatat pertumbuhan.
BACA JUGA:Data BPS Terbaru: Beberapa Daerah Jambi Alami Penurunan Hasil Produksi Padi
Untuk tujuan ekspor, lima negara utama pada Juni 2026 adalah Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat.
Secara kumulatif, Singapura masih menjadi pasar terbesar dengan kontribusi mencapai 43,83 persen dari total ekspor Provinsi Jambi.
Sementara itu, nilai impor Provinsi Jambi pada Juni 2026 juga mengalami penurunan. Nilai impor tercatat sebesar US$9,02 juta atau turun 18,73 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai US$11,09 juta.
"Negara asal impor terbesar selama Juni 2026 adalah Tiongkok, Finlandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Malaysia. Hingga Juni 2026, kelompok komoditas mesin dan alat angkutan masih mendominasi impor Jambi dengan kontribusi sebesar 69,27 persen, diikuti hasil industri dan lainnya sebesar 23,79 persen, serta bahan kimia dan sejenisnya sebesar 6,48 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


