b9

Terungkap! DD dan WNA Bulgaria Pernah Buat Akun Kripto di Platform Tokocrypto, Reku dan BukuWarung

Terungkap! DD dan WNA Bulgaria Pernah Buat Akun Kripto di Platform Tokocrypto, Reku dan BukuWarung

Penjelasan ungkap kasus pembobolan dana nasabah Bank Jambi.-risza/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus pembobolan rekening ribuan nasabah Bank Jambi senilai Rp144,82 miliar.

Polisi mengungkap jaringan kejahatan siber internasional ini ternyata berawal dari hubungan lama antara salah satu tersangka berinisial DD dengan seorang warga negara (WN) Bulgaria yang pernah sama-sama menjalani hukuman penjara dalam kasus skimming.

Direktorat Reserse Siber Ditreskrimsus Polda Jambi mengungkap, DD bukan pelaku yang melakukan peretasan sistem Bank Jambi secara langsung.

Namun, ia diduga menjadi koordinator utama di Indonesia yang bertugas menyiapkan puluhan rekening bank dan akun aset kripto sebagai jalur pencucian uang hasil kejahatan.

BACA JUGA:Terungkap! Satu Tersangka Kasus Peretasan Bank Jambi Ternyata Residivis, Pernah Bobol Bank Kalsel

Kasus ini bermula dari pembobolan rekening 6.609 nasabah Bank Jambi yang terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026.

Dalam hitungan jam, dana nasabah senilai Rp144,82 miliar keluar dari sistem perbankan, dikonversi menjadi aset kripto, lalu dipindahkan ke dompet digital (wallet) yang berada di luar Indonesia.

Penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jambi kemudian melakukan penyelidikan panjang, termasuk menunggu hasil digital forensik dari Bank Jambi dan vendor sistem perbankan, sebelum akhirnya mengungkap mata rantai jaringan tersebut.

Hasil penyidikan mengungkap, sekitar Agustus 2025, DD dihubungi oleh seorang WN Bulgaria berinisial ALCAZ melalui rekannya, Tsevetanov Radoslan Ivanov alias Superman.

BACA JUGA:Terungkap! WNA Bulgaria Jadi Otak Pembobolan Bank Jambi Rp144,82 Miliar, Perintahkan Rekrut Jaringan

Keduanya diketahui pernah menjalani hukuman bersama DD di Lapas Grobogan, Bali, dalam perkara skimming atau pencurian data kartu perbankan.

Mereka membuat akun kripto pada sejumlah platform yaitu Tokocrypto, Reku, dan BukuWarung serta rekening bank.

Bermodalkan hubungan yang telah terjalin sejak di dalam penjara, ALCAZ kemudian menawarkan pekerjaan kepada DD untuk membantu membangun infrastruktur pencucian uang hasil kejahatan siber.

Tugas yang diberikan bukan meretas sistem bank, melainkan mencari orang-orang yang bersedia membuat rekening bank dan akun aset kripto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait