b9

Lima Titik Dipadamkan, Karhutla di Muaro Jambi Meluas

Lima Titik Dipadamkan, Karhutla di Muaro Jambi Meluas

KARHUTLA: Petugas melakukan upaya pemadaman api di Kecamatan Kumpeh Ilir Muarojambi, Kamis (9/7).-FOTO ANTARA-

SENGETI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mencatat jumlah titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertambah menjadi lima titik sejak awal Juli 2026.

Dua titik api baru terdeteksi di dua kecamatan dan berhasil dipadamkan oleh petugas satgas darat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muarojambi, Paruhuman Lubis, mengatakan, dua titik api baru tersebut ditemukan pada Rabu (8/7) malam.

"Dua titik api baru berhasil dipadamkan oleh petugas satgas darat," kata Paruhuman Lubis di Sengeti, Kamis (9/7).

BACA JUGA:Karhutla di Jambi Capai 139 Hektare, Sarolangun Terparah

Ia menjelaskan, sebelumnya BPBD mencatat tiga titik kebakaran lahan. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah ditemukan dua lokasi kebakaran baru, sehingga total kejadian yang ditangani mencapai lima titik.

Kebakaran terbaru terjadi di dua lokasi berbeda. Titik pertama berada di Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh Ilir, pada Rabu (8/7/2026) malam. Luas lahan kosong yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.

Beruntung, api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas sebelum meluas dan kondisi dinyatakan aman pada Kamis (9/7) pagi.

Sementara itu, lokasi kedua berada di Kelurahan Ness, Kecamatan Jambi Luar Kota. Kebakaran di lokasi tersebut menghanguskan lahan kosong seluas sekitar satu hektare.

BACA JUGA:Lima Kecamatan di Muaro Jambi Jadi Prioritas Pengawasan Karhutla, Warga Diminta Waspada

Paruhuman menyebutkan, jika dihitung dalam satu bulan terakhir, total luas lahan yang terbakar di Kabupaten Muarojambi mencapai hampir delapan hektare.

Seluruh lahan yang terbakar berada di kawasan tanah mineral.

"Hingga saat ini penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan," ujarnya.

Menghadapi kondisi musim kemarau, BPBD Muarojambi terus meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang masuk dalam peta rawan karhutla. Upaya pencegahan dini dan penanganan cepat terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

BACA JUGA:Siaga Karhutla 2026, BPBD Tebo Mulai Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Paruhuman mengingatkan, kondisi lahan mineral relatif lebih mudah ditangani dibandingkan lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dalam proses pemadaman.

"Beruntung yang terbakar adalah lahan mineral. Jika api sampai menyentuh kawasan gambut, proses pemadaman tentu akan jauh lebih sulit. Kami terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut," tutupnya.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait