Karhutla di Jambi Capai 139 Hektare, Sarolangun Terparah
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah.-SEPTIN RITA ANDINI/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi JAMBI mencatat luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi JAMBI sejak Januari hingga awal Juli 2026 mencapai sekitar 139 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi JAMBI, Bachyuni Deliansyah, mengatakan angka tersebut merupakan data sementara yang telah masuk ke posko rekapitulasi.
Sementara itu, sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir masih dalam proses pendataan dan penghitungan luas lahan terdampak.
"Kalau kita bicara luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi, perhitungan dari Januari sampai hari ini yang sudah masuk rekapitulasi sekitar 139 hektare. Beberapa kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir belum dapat dihitung karena masih menunggu data terbaru dari lapangan," kata Bachyuni, Rabu (8/7).
BACA JUGA:TNBS Tanjabtim Waspada Karhutla, Petugas Rutin Lakukan Patroli
Ia menjelaskan, kejadian karhutla tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Namun, hingga saat ini belum ada laporan kebakaran dari Kota Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci, Kota Jambi, dan Kabupaten Bungo.
Menurut Bachyuni, wilayah dengan luas kebakaran terbesar berada di Kabupaten Sarolangun dengan total hampir 40 hektare lahan terbakar sejak Januari 2026.
"Hampir seluruh kabupaten dan kota mengalami kejadian kebakaran. Yang paling banyak terjadi di Kabupaten Sarolangun, dengan luas kurang lebih hampir 40 hektare. Itu dihitung sejak Januari hingga hari ini," ujarnya.
BACA JUGA:Hadapi Karhutla, Dinas PUTR Provinsi Jambi Siagakan 30 Alat Berat dan 75 Personel
Bachyuni menambahkan, data tersebut merupakan akumulasi kejadian selama hampir tujuh bulan, termasuk sekitar tiga bulan sejak Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan status siaga darurat karhutla pada 27 Mei 2026.
Sementara itu, terkait jenis lahan yang terbakar, Bachyuni menyebut kebakaran terjadi baik di lahan gambut maupun lahan mineral. Salah satu kejadian terjadi di Desa Tanjung, Kabupaten Muaro Jambi, yang merupakan kawasan semi gambut.
"Di Muaro Jambi, tepatnya di Desa Tanjung, lahan yang terbakar merupakan kawasan semi gambut dengan luas sekitar lima hektare. Namun hingga hari ini masih dilakukan penghitungan sesuai prosedur yang berlaku. Nanti data final akan masuk ke posko," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


