b9

Bujang Raba Terima SK Persetujuan Penerbitan Non-SPE 238.281 Ton CO₂e

Bujang Raba Terima SK Persetujuan Penerbitan Non-SPE 238.281 Ton CO₂e

Penyerahan SK Bujang Raba.-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Lanskap Bujang Raba, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Bertepatan dengan Penyerahan Persetujuan Menteri Kehutanan terhadap Kegiatan Karbon Kehutanan dan peresmian Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH) atau Sentra Karbon Kehutanan Indonesia, Lanskap Bujang Raba resmi menerima SK Persetujuan Penerbitan Non-SPE sebesar 238.281 ton CO₂e.

Penyerahan Surat Keputusan dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Direktur KKI Warsi Adi Junedi selaku NGO Pendamping pengembangan community carbon Bujang Raba, Senin 6 Juli 2026 di Jakarta.

Penyerahan SK ini sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola karbon kehutanan nasional.

BACA JUGA:PWI Provinsi Jambi Tancap Gas! Ridwan Agus Fokus Penataan Administrasi dan Laporan Organisasi

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kehutanan juga meresmikan Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH).

Ini sebagai pusat kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, generasi muda, hingga mitra pembangunan dalam membangun ekosistem karbon kehutanan Indonesia yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan.

Penerbitan SK tersebut menjadi momentum penting bagi Bujang Raba karena menandai masuknya inisiatif karbon berbasis masyarakat ke dalam jalur resmi mekanisme karbon nasional.

Melalui mekanisme ini, unit karbon yang diterbitkan berupa Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dengan seluruh proses validasi, verifikasi, penerbitan, dan registrasinya terintegrasi dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

BACA JUGA:DPRD Tebo Gelar Rapat Paripurna, Nasdem Berikan 12 Catatan

Hal ini memastikan bahwa pengurangan emisi yang dihasilkan masyarakat tercatat dalam sistem nasional dan menjadi bagian dari implementasi kebijakan iklim Indonesia.

Perjalanan Panjang Masyarakat Menjaga Hutan

Bagi KKI WARSI, pencapaian ini bukanlah hasil yang diraih dalam waktu singkat. Jauh sebelum perdagangan karbon menjadi perhatian nasional, masyarakat di Lanskap Bujang Raba telah memilih menjaga hutannya.

Bersama KKI WARSI, pemerintah, dan berbagai mitra, masyarakat memperkuat tata kelola Hutan Desa, membangun kelembagaan lokal, menjaga tutupan hutan, serta mengembangkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: