b9

Kabar Baik! Harga Pertamax Turbo dan Solar Nonsubsidi Pertamina Kompak Turun per 1 Juli

Kabar Baik! Harga Pertamax Turbo dan Solar Nonsubsidi Pertamina Kompak Turun per 1 Juli

Daftar mobil wajib Pertamax Turbo RON 98--ist/jambi-independent.co.id--

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Memasuki paruh kedua tahun ini, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Per 1 Juli 2026, harga varian solar nonsubsidi (Dex Series) dan Pertamax Turbo dipastikan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Pertamina, Rabu 1 Juli 2026, kebijakan penurunan harga ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek.

Produk Dexlite (CN 51) kini dibanderol seharga Rp19.700 per liter, turun dari harga bulan Juni yang sempat menyentuh Rp23.000 per liter.

BACA JUGA:Akulaku Dukung Penguatan Literasi Keuangan di Provinsi Jambi

Langkah serupa juga diikuti oleh Pertamina Dex (CN 53) yang harganya terpangkas menjadi Rp21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800 per liter.

Bagi pengguna kendaraan bensin berkinerja tinggi, harga Pertamax Turbo (RON 98) juga mengalami koreksi ke angka Rp19.300 per liter, setelah sebelumnya dijual seharga Rp20.750 per liter pada bulan lalu.

Di sisi lain, Pertamina memilih untuk mempertahankan harga dua varian bensin nonsubsidi lainnya. Pertamax (RON 92) terpantau stabil di angka Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green (RON 95) tetap bertahan di posisi Rp17.000 per liter.

Sebagai catatan, kedua jenis BBM ini sempat mengalami kenaikan pada pertengahan Juni lalu menyusul ketegangan geopolitik global antara AS-Israel dan Iran yang sempat mengerek harga minyak dunia.

BACA JUGA:Bukan Cuma Menang Tampang: Ini Sederet Keunggulan Honda BR-V N7X yang Bikin Dilirik Keluarga Indonesia

Bagaimana dengan BBM Subsidi?

Bagi masyarakat pengguna BBM penugasan dan subsidi, pemerintah memastikan tidak ada perubahan tarif. Harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Catatan Regulasi: Kebijakan penyesuaian harga berkala ini berjalan selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Regulasi tersebut merupakan revisi dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur tentang formula perhitungan harga jual eceran untuk jenis BBM umum bensin dan solar di SPBU.

BACA JUGA:Memilih Mobil Bekas Minim Risiko! Kenali Ciri-Ciri Mesin yang Masih Prima dan Terawat

Jika mencermati pergerakan harga BBM di wilayah Jabodetabek dari bulan Juni ke Juli 2026, terlihat jelas bahwa lini solar nonsubsidi mengalami pemangkasan harga yang paling drastis.

Penurunan Paling Signifikan: Pengguna Pertamina Dex menjadi yang paling diuntungkan pada awal bulan ini. Harga per liternya merosot tajam sebesar Rp3.650, dari yang sebelumnya mencekam di angka Rp24.800 kini menjadi Rp21.150.

Langkah ini diikuti ketat oleh Dexlite yang harganya dipangkas sebesar Rp3.300, membuat tarifnya turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.

Koreksi Tipis untuk Bensin Premium: Di lini bensin performa tinggi, Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian yang cukup menyegarkan dompet. Harganya turun sebesar Rp1.450 per liter, sehingga konsumen kini hanya perlu membayar Rp19.300 dari harga bulan lalu yang mencapai Rp20.750.

BACA JUGA:Pastikan Hak Pendidikan Tetap Terpenuhi, Kajati Jambi Lunasi Tunggakan Sekolah Dua Siswa Kurang Mampu

Harga yang Bertahan: Sementara itu, bagi masyarakat yang mengandalkan Pertamax dan Pertamax Green, tidak ada perubahan yang dirasakan pada dompet mereka. Kedua jenis BBM ini masing-masing bertahan stabil di angka Rp16.250 dan Rp17.000 per liter.

Begitu pula dengan lini penugasan dan subsidi pemerintah—Pertalite dan Biosolar—yang harganya tetap dikunci di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter untuk menjaga daya beli masyarakat luas.

Berikut adalah ringkasan sederhana dari perubahan harga BBM per 1 Juli 2026 di wilayah Jabodetabek:

BBM yang Turun Harga

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait