Pemkab Batang Hari Pastikan Pelayanan Cetak KTP Kembali Normal
TERKENDALA : Proses pembuatan KTP di Batang Hari. Disdukcapil pastikan pelayanan cetak KTP kembali normal.-Foto: ist-jambi independent
JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang Hari, Jambi memastikan pelayanan pencetakan KTP elektronik kembali normal.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Batang Hari Reflizer di Muara Bulian, mengatakan bahwa sebelumnya memang pelayanan pencetakan KTP-el sempat terkendala lantaran stok ribbon yang tersedia.
"Stok ribbon itu sebelumnya telah habis digunakan lebih cepat dari perkiraan. Yang mana akibat tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan,"katanya.
Namun, pihaknya telah mengajukan penambahan kepada pimpinan daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
BACA JUGA: Pemkab Muaro Jambi Turunkan 13 Traktor, Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian
Dapat diketahui usulan tersebut mendapat persetujuan dengan tambahan sebanyak 20 unit ribbon untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dalam beberapa waktu ke depan.
"Awalnya kita mendapatkan 10 unit ribbon untuk satu tahun, tetapi beberapa bulan terakhir sudah habis karena tingginya kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Pada saat ini ada sebanyak 10 unit ribbon tambahan telah tersedia dan mulai digunakan untuk melayani kebutuhan pencetakan KTP-el warga.
"Yang sudah datang dan bisa digunakan 10 unit, nanti sisanya menyusul setelah proses pembayaran selesai,"ujarnya.
Selain itu, Reflizer menjelaskan selama proses pengadaan berlangsung, Disdukcapil Batang Hari sempat meminjam stok ribbon agar pelayanan pencetakan KTP masyarakat tetap berjalan dan tidak terhenti.
Ia juga menyebutkan, kebutuhan ideal ribbon untuk pelayanan pencetakan KTP-el di Kabupaten Batang Hari mencapai sekira 60 unit dalam setahun.
BACA JUGA:Berkat LinkUMKM BRI, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional
Tingginya kebutuhan tersebut dipengaruhi oleh banyaknya warga yang memasuki usia wajib KTP dan melakukan perekaman untuk pertama kali.
"Permintaan penggantian KTP karena perubahan data maupun kerusakan kartu juga turut meningkatkan kebutuhan ribbon setiap tahunnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




