Waduh! Hingga 7 Juni, 122 Hektare Lahan di Jambi Terbakar
KARHUTLA: Perlengkapan untuk penanganan Karhutla di Provinsi Jambi.-ist/jambi independent-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Luas lahan yang terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, sejak Januari hingga 7 Juni 2026 mencapai 122 hektare.
Titik kebakaran tersebut tersebar di sejumlah kabupaten yang masuk kategori rawan karhutla.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni, usai Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 di Korem 042/Garuda Putih, Rabu (10/6).
Menurut Bachyuni, melihat perkembangan Karhutla yang terjadi, Gubernur Jambi Al Haris telah memerintahkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah percepatan penanganan.
BACA JUGA:Saat Pimpin Apel Siaga Karhutla, Gubernur Jambi Al Haris Minta Seluruh Daerah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
"OMC saat ini sedang berlangsung dan akan dilaksanakan hingga 12 Juni. Jika setelah itu masih terdapat bibit siklon yang memungkinkan dilakukan OMC, maka akan dilanjutkan kembali sesuai arahan Gubernur," ujarnya.
Ia menjelaskan, OMC sebelumnya telah dilakukan oleh PT Wira Karya Sakti (WKS) dengan sekitar 20 kali penerbangan.
Saat ini, pelaksanaan OMC dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 12 Juni mendatang.
"Tujuannya untuk membasahi seluruh wilayah Provinsi Jambi, baik lahan mineral maupun lahan gambut. Namun, prioritas utama tetap kawasan gambut yang lebih rentan terbakar," katanya.
BACA JUGA:Pada Saat Raker, RDP dan RDPU bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Jambi Al Haris Terus Perjuangkan Nasib PPPK
Selain OMC, BNPB juga telah mengerahkan bantuan satu unit helikopter patroli jenis Bell dan dua unit helikopter water bombing jenis Kamov ke Provinsi Jambi.
"Helikopter Kamov mampu mengangkut air sekitar 4,5 hingga 5 ton dalam sekali operasi.
Saat ini seluruh armada sudah berada di Jambi dan siap digunakan," jelas Bachyuni.
Terkait kondisi cuaca, Bachyuni mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu panas diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring menguatnya fenomena El Nino.
BACA JUGA:Di Hadapan Zulhas dan Bima Arya, Gubernur Jambi Al Haris Minta Dukungan Pusat untuk Pelabuhan Ujung Jabung
"Menurut BMKG, cuaca akan semakin panas karena fenomena El Nino yang sebelumnya berada pada kategori sedang kini mengarah ke kategori moderat," ujarnya.
Sementara itu, status penanganan Karhutla di Provinsi Jambi saat ini berada pada level Siaga Darurat.
Beberapa daerah yang telah menetapkan status tersebut antara lain Kabupaten Batanghari, Muarojambi, Tanjab Timur, dan Tanjab Barat.
BPBD Provinsi Jambi juga telah mengarahkan seluruh daerah rawan Karhutla untuk segera menetapkan status siaga darurat agar penanganan dapat dilakukan secara terintegrasi dan dalam satu komando.
BACA JUGA:Al Haris Dorong Santunan BPJS Tak Hanya Konsumtif, Tapi Jadi Modal Usaha Produktif
"Kecuali Kota Jambi, Kabupaten Kerinci, dan Kota Sungaipenuh yang dinilai tidak termasuk wilayah rawan Karhutla, daerah lainnya yang memiliki potensi Karhutla telah diarahkan untuk menetapkan status siaga darurat," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




