Makin Sesak, Warga Desak Pelebaran Jalan Nasional di Mendalo
Kondisi jalan nasional di Mendalo yang makin padat -Foto : ist-Jambi independent
MUARO JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kemacetan dan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Nasional Simpang Mendalo hingga Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, semakin menjadi perhatian masyarakat.
Warga mendesak pemerintah agar rencana pelebaran jalan yang telah lama diwacanakan segera direalisasikan dan tidak berhenti sebatas janji. Ruas jalan yang menjadi akses utama menuju sejumlah kawasan strategis di Provinsi Jambi itu setiap hari dipadati kendaraan.
Selain menjadi jalur utama menuju dua perguruan tinggi besar di Jambi, kawasan tersebut juga merupakan penghubung penting Lintas Timur Sumatera menuju Riau dan Lintas Tengah Sumatera ke arah Sumatera Barat.
BACA JUGA:Kemenhaj Jambi Gelar Rapat Persiapan Pemulangan Jemaah Haji, Diperkirakan Tiba pada Malam Hari
Tingginya volume kendaraan membuat kapasitas jalan yang ada saat ini dinilai sudah tidak mampu lagi menampung arus lalu lintas. Akibatnya, antrean kendaraan panjang kerap terjadi pada jam-jam sibuk dan tidak jarang memicu kecelakaan lalu lintas.
Warga Desa Mendalo Darat,Febriangsyah, mengatakan masyarakat sangat mendukung rencana pemerintah untuk melebarkan jalan menjadi dua jalur.
Menurutnya, proyek tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak karena volume kendaraan terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Kalau menurut saya, masyarakat sangat mendukung pelebaran jalan ini. Kondisi sekarang sudah terlalu padat, sementara kendaraan semakin banyak. Jalan yang ada sudah tidak sebanding lagi dengan arus lalu lintas yang melintas setiap hari," katanya.
BACA JUGA:Komisi III DPRD Bahas Polemik Sampah di Kota Jambi, Masyarakat Desak Solusi Konkret
Ia menilai kepadatan kendaraan mulai semakin terasa sejak beroperasinya sejumlah ruas tol di Sumatera. Banyak kendaraan dari arah Pekanbaru maupun Palembang yang kini melintasi kawasan Mendalo sehingga beban jalan semakin tinggi.
"Sekarang kendaraan dari berbagai daerah banyak lewat sini. Apalagi sejak ada jalan tol, arus kendaraan makin ramai. Karena itu kami berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan dan jangan hanya menjadi wacana," sampainya.
Selain mengatasi kemacetan, pelebaran jalan dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kawasan Simpang Mendalo hingga Pijoan setiap hari dipadati aktivitas mahasiswa, pelajar, pekerja, dan masyarakat umum sehingga potensi kecelakaan lalu lintas juga cukup tinggi.
Terkait rencana pembebasan lahan, Febriangsyah berharap pemerintah dapat mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat terdampak agar proses pembangunan berjalan lancar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


