b9

3.300 JCH Jambi akan Melewati Jalur Khusus Bandara Sultan Thaha

3.300 JCH Jambi akan Melewati Jalur Khusus Bandara Sultan Thaha

General Manager Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun.-SEPTIN RITA ANDINI/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO,ID - Penyelenggaraan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Provinsi Jambi dipastikan telah memasuki tahap akhir persiapan. Bandara Sultan Thaha menjadi salah satu titik penting dalam mendukung kelancaran embarkasi, dengan berbagai koordinasi yang telah dilakukan bersama para pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun nasional.
General Manager Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun, mengatakan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan jauh hari, mengingat pelaksanaan haji merupakan bagian dari misi nasional.
“Ya, Bandara Sultan Thaha memang melaksanakan embarkasi antara, dengan tujuan akhir ke Batam. Sejak jauh hari sudah kita persiapkan karena ini merupakan misi nasional. Kemarin juga sudah kita rapatkan dengan seluruh stakeholder Provinsi Jambi, termasuk secara nasional,” katanya saat diwawancarai, Kamis (23/4).
Untuk tahun ini, Bandara Sultan Thaha Jambi akan melayani delapan kelompok terbang (kloter) dengan total sekitar 3.300 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Jambi. Seluruh jemaah tersebut akan diberangkatkan secara bertahap melalui penerbangan menuju Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
“Khusus Bandara Sultan Thaha Jambi, kita akan melayani delapan kloter, kurang lebih sekitar 3.270 jemaah yang akan diberangkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, penerbangan perdana dijadwalkan dimulai pada tanggal 6 Mei dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Seluruh proses pemeriksaan jemaah dilakukan di asrama haji, sehingga saat tiba di Bandara, jemaah langsung diarahkan menuju pesawat menggunakan bus yang telah disiapkan.
“Tentunya seluruh pemeriksaan dilaksanakan di asrama haji, sehingga di Bandara jemaah langsung naik bus menuju pesawat,” katanya.
Selain itu, akan ada tiga penerbangan yang berjalan bersamaan untuk mengangkut jemaah menuju Batam. Setibanya di sana, jemaah akan transit selama dua hingga lima jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Mekkah. Skema ini diharapkan mampu memperlancar arus keberangkatan serta mengurangi kepadatan di Bandara.

Pihak Bandara juga mengimbau keluarga pengantar agar cukup mengantar hingga asrama haji, mengingat tidak ada lagi prosesi seremonial di Bandara.
“Kami mengimbau kepada keluarga pengantar jemaah, karena kegiatan seremonial dilaksanakan di asrama haji, sehingga di Bandara tidak ada kegiatan lagi,” katanya.
Sebagian besar jadwal keberangkatan, menurut Ardon, dilakukan pada waktu subuh. Sementara beberapa penerbangan siang dijadwalkan antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Oleh karena itu, pihak Bandara menilai tidak diperlukan persiapan khusus bagi pengantar di area Bandara.
“Sekitar 80 persen keberangkatan dilakukan pada waktu subuh, sehingga tidak banyak aktivitas pengantar di Bandara,” tambahnya.
Proses keberangkatan jemaah juga dirancang dengan sistem tertutup. Setelah melalui pemeriksaan CIQ di asrama haji, jemaah akan langsung menuju apron melalui jalur khusus tanpa melewati terminal umum.
“Jemaah langsung menuju jalur khusus dekat Pertamina ke apron, sehingga tidak melalui terminal Bandara,” jelasnya.
Sebanyak sepuluh unit bus telah disiapkan untuk mengangkut jemaah dari asrama haji ke pesawat. Seluruh armada dan pengemudi telah melalui uji kelayakan, termasuk kepemilikan izin khusus untuk mengemudi di sisi udara Bandara.
“Bus maupun personel pengemudi sudah memenuhi seluruh persyaratan,” tegasnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak Bandara memastikan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Kami pastikan Bandara Sultan Thaha Jambi siap mendukung, melaksanakan, dan melayani penerbangan haji 2026,” tutupnya.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: