Nah Loh! 36 Siswa di Muaro Jambi Putus Sekolah Jenjang SD dan SMP, Kok Bisa?
Kepala Disdikbud Muaro Jambi, Kasyful Iman.-junaidi/jambi-independent.co.id-
MUARO JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Angka putus sekolah di Kabupaten MUARO JAMBI pada tahun ajaran 2024–2025 masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mencatat sebanyak 36 siswa jenjang SD dan SMP tidak melanjutkan pendidikan.
Berdasarkan data Disdikbud, dari total 41.342 siswa SD, terdapat 24 siswa atau sekitar 0,06 persen yang putus sekolah. Sementara itu, di tingkat SMP, 12 dari 13.589 siswa atau sekitar 0,10 persen tercatat tidak melanjutkan pendidikan.
Kepala Disdikbud Muaro Jambi, Kasyful Iman, mengatakan berbagai faktor menjadi penyebab siswa berhenti sekolah.
Di antaranya adalah kondisi ekonomi keluarga yang memaksa anak untuk bekerja, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, hingga faktor internal siswa seperti rendahnya motivasi belajar.
Selain itu, lingkungan sekolah juga turut memengaruhi, termasuk kemungkinan adanya perundungan (bullying) yang membuat siswa enggan melanjutkan pendidikan.
“Target kita pada 2026 adalah nol persen angka putus sekolah. Saat ini, data tersebut tersebar di seluruh sekolah di Muaro Jambi,” ujarnya.
Untuk menekan angka tersebut, Disdikbud terus menggencarkan berbagai upaya intervensi. Salah satunya melalui pemberian bantuan sosial dan beasiswa bagi siswa kurang mampu, termasuk yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
BACA JUGA:Pendaftaran Seleksi Dimulai! ASN Berpeluang Duduk di 5 Posisi Elit Pemprov Jambi Ini
“Dana beasiswa juga berasal dari kontribusi para guru yang kemudian disalurkan kembali kepada siswa yang membutuhkan,” kata Kasyful.
Selain bantuan finansial, Disdikbud juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendampingi siswa yang berisiko putus sekolah. Keterlibatan sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak atas pendidikan.
“Perlu kerja sama semua pihak agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan tidak kehilangan masa depan mereka,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



