Hadapi Ancaman Karhutla 2026, Gubernur Al Haris Ajak Semua Pihak Bersinergi
Gubernur Jambi, Al Haris. -Andin/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini.
Kesiapsiagaan daerah dinilai menjadi kunci utama dalam menekan dampak yang ditimbulkan.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan sejumlah pihak, baik dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan dapat bersinergi dalam menghadapi ancaman tersebut.
Hal ini mengingat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat dan ketersediaan sumber daya air, arahan dari pemerintah pusat menekankan pentingnya kesiapan sejak dini.
BACA JUGA:Danrem 042/Gapu Terima Pimpinan BRI Jambi, Bahas Sinergi Strategis untuk Prajurit dan Pembangunan Daerah
“Ya jadi begini, Pak Menteri Lingkungan Hidup dengan para pejabat pusat tentunya berharap kesiapan di daerah itu penting. Ya kesiapsiagaan kita di daerah dalam rangka untuk antisipasi karhutla 2026 ini,” katanya
Berdasarkan paparan BMKG, fenomena El Nino diperkirakan mulai terasa sejak Juni, meningkat pada Juli, dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan secara signifikan di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Jambi.
Untuk itu, seluruh elemen diminta terlibat aktif, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga Manggala Agni dan para relawan. Selain itu, instansi terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan juga dilibatkan dalam upaya mitigasi, termasuk peran sektor swasta dan komunitas peduli api.
“Kesiapsiagaan personil semuanya, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, kemudian juga Manggala Agni, relawan dan sebagainya. Termasuk juga peran swasta dan Komunitas Masyarakat Peduli Api, ini kita gerakkan lagi,” katanya.
BACA JUGA:Pembunuh Ibu Rumah Tangga di Talang Bakung yang Gasak Pajero Sport Dituntut 18 Tahun Penjara
Ia juga mengingatkan adanya tiga potensi dampak utama yang harus diantisipasi sejak dini, yakni meningkatnya risiko kebakaran, terjadinya kekeringan akibat berkurangnya sumber air, serta munculnya wabah penyakit akibat asap dan debu.
“Pertama rawan kebakaran, kedua kekeringan, dan yang ketiga wabah penyakit. Ini yang kita wanti-wanti dari jauh hari,” tegasnya
Pemerintah berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pencegahan, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menjaga ketersediaan air di lingkungan masing-masing.
"Dengan kesiapan bersama, dampak karhutla diharapkan dapat diminimalisir, tutupnya. *
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




