b9

BMKG Ingatkan Potensi El Nino 2026, Jambi Diminta Siap Hadapi Kemarau Lebih Lama

BMKG Ingatkan Potensi El Nino 2026, Jambi Diminta Siap Hadapi Kemarau Lebih Lama

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono.-Andin/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi kemunculan fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.

Kondisi tersebut diperkirakan bisa berdampak pada cuaca di Provinsi Jambi, terutama saat memasuki musim kemarau, meski saat ini kondisi iklim masih tergolong normal dan belum menunjukkan pengaruh signifikan.
 
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono mengatakan hingga periode Maret hingga April 2026, wilayah Jambi masih berada dalam musim hujan.

Sehingga, lanjutnya, potensi dampak El Nino masih relatif aman. Namun, memasuki awal musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Mei hingga awal Juni 2026, potensi kemunculan El Nino mulai meningkat.

BACA JUGA: 64 Desa di Muaro Jambi Siap Gelar Pilkades Serentak 2027, Ujian Demokrasi di Akar Rumput
 
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai awal tahun 2026 kondisi ENSO masih netral. Namun diprediksi sampai pertengahan tahun ada potensi ke arah El Nino. Khusus periode Maret dan April ini masih musim hujan, jadi kondisi El Nino masih aman,” katanya
 
BMKG juga mengungkapkan bahwa awal musim kemarau di Jambi diprediksi dimulai pada dasarian kedua Mei hingga dasarian pertama Juni 2026.

Pada periode tersebut, sejumlah wilayah diperkirakan mulai mengalami peralihan musim dengan indikasi berkurangnya curah hujan.
 
Mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan sisa periode musim hujan guna menjaga ketersediaan air, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca.

BACA JUGA: Adu Kamera iPhone 17 Pro dan Samsung Galaxy S26 Ultra, Siapa Rajanya Flagship Fotografi?
 
“Maret hingga April ini merupakan waktu yang tepat untuk memanen air atau melaksanakan operasi modifikasi cuaca, sehingga saat memasuki akhir Mei hingga awal Juni, ketersediaan air masih terjaga,”katanya
 
Selain itu, BMKG juga merekomendasikan penetapan status siaga bencana hidrologi kering paling lambat Mei 2026, dengan minimal dua wilayah sebagai dasar penetapan status siaga di tingkat provinsi.
 
Berdasarkan analisis, terdapat empat wilayah yang diprediksi memiliki risiko tinggi terhadap kemunculan titik panas mulai Juni 2026. 

Seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Sarolangun, serta wilayah lain yang berpotensi meluas pada periode Juli hingga September 2026.

BACA JUGA:Cepat dan Aman, Tim Damkar Jambi Sigap Lepaskan Anting Bengkok di Telinga Warga
 
BMKG mencatat hingga 30 Maret 2026 telah terdeteksi sebanyak 676 titik panas di wilayah Provinsi Jambi, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, dan Sarolangun.
 
“Iya, sampai tanggal 30 Maret 2026 kami mencatat ada 676 titik panas yang tersebar di wilayah Provinsi Jambi, terbanyak di Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, dan Sarolangun,” katanya
 
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau.

Diprediksi terjadi pada Agustus 2026, dengan durasi musim kemarau diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Batang Hari Alami Kenaikan Signifikan
 
"Fenomena yang kerap disebut sebagai “El Nino kuat” atau “El Nino ekstrem” ini juga menjadi perhatian, mengingat potensi dampaknya yang lebih besar dibandingkan kondisi normal.

Terutama terhadap peningkatan suhu, kekeringan, serta risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi," tutupnya. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait