b9

Indeks Kepercayaan Insutri Maret 2026 Ekspansi di level 51,86, Kemenperin : Sedikit Melambat

 Indeks Kepercayaan Insutri Maret 2026 Ekspansi di level 51,86, Kemenperin : Sedikit Melambat

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif.-Foto: ist-jambi independent

JAKARTA,JAMBI-INDEPENDENDENT.CO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Maret 2026 tetap berada di level ekspansif sebesar 51,86, meskipun mengalami pelambatan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 54,02.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa pelambatan tersebut dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama setelah periode hari besar keagamaan nasional.

“Penurunan IKI pada Maret ini terutama dipengaruhi oleh faktor seasonal setelah hari raya keagamaan seperti Lebaran dan Imlek. Industri telah melalui puncak produksi pada Februari 2026 untuk merespons lonjakan permintaan selama periode tersebut,” katanya.

Menurutnya, pada Maret 2026 sebagian pelaku industri mulai melakukan penyesuaian produksi akibat penumpukan stok di gudang. Ini kata dia, tidak terlepas dari pembatasan aktivitas logistik selama sekitar 16 hari sebelum dan sesudah Lebaran, yang berdampak pada terhambatnya distribusi barang.

BACA JUGA:Telur Paskah: Simbol Kehidupan Baru Umat Kristiani hingga Tips Aman untuk Dikonsumsi

BACA JUGA: Ketahui Efek Negatif Tak Sarapan bagi Kesehatan

“Seiring normalisasi permintaan pascahari raya, pelaku industri menurunkan tingkat produksi untuk menyeimbangkan kembali antara supply dan demand,” ujarnya.

Di tengah dinamika tersebut, faktor eksternal juga turut memengaruhi kinerja industri nasional. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi mengganggu jalur perdagangan global.

Meski demikian, Kemenperin menyatakan dampaknya terhadap industri nasional masih terbatas.

“Dampaknya saat ini masih confined pada subsektor tertentu, khususnya industri yang memiliki ketergantungan bahan baku dari kawasan Timur Tengah. Secara umum, sektor manufaktur nasional masih cukup resilien,” jelasnya.

Secara struktural, mayoritas subsektor industri masih berada dalam fase ekspansi. Dari 23 subsektor yang dianalisis, sebanyak 16 subsektor mencatatkan ekspansi dengan kontribusi mencapai 78,3 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

BACA JUGA:Kasus Korupsi PDAM Tanjab Barat Meledak! Eks Direktur hingga Rekanan Swasta Ditahan

BACA JUGA:Makna Jumat Agung, Salah Satu Peringatan Paling Sakral dalam Gereja Katolik

Adapun subsektor dengan kinerja tertinggi antara lain industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, serta industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: