Makan Bergizi Gratis Dipangkas? Menkeu Setuju Efisiensi, Tapi Ada Syarat Keras!
Purbaya Yudhi Sadewa-ist/jambi-independent.co.id-
JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan publik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara dan menyatakan setuju dengan rencana efisiensi program tersebut.
Namun, ada satu syarat tegas: kualitas makanan tidak boleh turun sedikit pun.
Pernyataan ini langsung memicu perhatian luas, terutama di tengah isu pengurangan hari pelaksanaan program yang sempat ramai diperbincangkan.
Disetujui, Tapi Bukan Usulan Kemenkeu
Purbaya menegaskan bahwa ide efisiensi bukan berasal dari Kementerian Keuangan, melainkan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
BACA JUGA:Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global
“Selama ada efisiensinya, saya setuju saja dan enggak mengurangi kualitas makannya sendiri,” tegasnya di Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan spekulasi yang berkembang bahwa Kemenkeu menjadi pihak yang mendorong pemangkasan program.
Skema Baru: Dari 6 Hari Jadi 5 Hari
Dalam rencana terbaru, program MBG akan dijalankan lima hari dalam sepekan, bukan lagi enam hari seperti sebelumnya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga keberlanjutan program tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
BACA JUGA:Respons Krisis Minyak Tak Bisa Parsial, Pemerintah Harus Fokus ke Ketahanan Energi
Efisiensi Tanpa Mengorbankan Tujuan
Meski ada pengurangan hari, Purbaya memastikan tujuan utama program tetap sama: meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




