b9

Libur Lebaran Makin Seru! Kemenpar Rilis Paket Wisata Kolaborasi 40 Industri

Libur Lebaran Makin Seru! Kemenpar Rilis Paket Wisata Kolaborasi 40 Industri

Kemenpar menyiapkan puluhan paket wisata untuk libur Lebaran 2026-jambi-independent-antaranewsfoto

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026.

Langkah ini dilakukan guna meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan momentum Lebaran merupakan salah satu periode dengan tingkat mobilitas perjalanan tertinggi di Indonesia.

“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Wujudkan Kesejahteraan Holistik Melalui Kemitraan 2.500 Petani dan Penyaluran CSR Rp2,4 Miliar

 

Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas selama libur Lebaran tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.

Untuk itu, Kemenpar telah mengoordinasikan serta mengkurasi berbagai paket wisata yang bisa dinikmati masyarakat.

Paket tersebut disusun melalui kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata dan difokuskan terutama bagi pengguna transportasi udara.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk berwisata di dalam negeri sebagai bagian dari kampanye bangga berwisata di Indonesia.

BACA JUGA:Kabar Duka! Bos Besar Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Legendaris

 

Upaya ini diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi sekaligus memperkuat sektor pariwisata nasional melalui optimalisasi potensi domestik.

Made juga menyoroti pentingnya peran agen perjalanan daring (OTA) dalam memberikan layanan berkualitas.

Ia menekankan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat, terutama terkait harga tiket transportasi, dapat akurat dan transparan.

“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” katanya.

BACA JUGA:Mulai April 2026 ASN Bisa WFA & Sekolah Online Lagi? Ini Bocoran Kebijakan Pemerintah!

 

Ia juga berharap media turut mendukung dengan menyampaikan informasi secara tepat dan berimbang kepada publik, khususnya terkait kebijakan pemerintah di sektor transportasi dan pariwisata selama periode libur Lebaran.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menyampaikan pemerintah tengah mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.

Upaya tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, penyesuaian tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, hingga penguatan dukungan terhadap rute perintis oleh pemerintah daerah.

BACA JUGA:Lebaran Besok atau Lusa? Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Ini Penentuan 1 Syawal 1447 H!

 

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama periode Lebaran, di antaranya diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40 hingga 50 persen, diskon avtur hingga 10 persen di 37 bandara, serta potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50 persen.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penurunan harga tiket pesawat hingga 17–18 persen sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk bepergian selama libur Lebaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: