b9

Tak Perlu Lama, Psikolog Sebut 15 Menit Waktu Berkualitas Penting untuk Anak

Tak Perlu Lama, Psikolog Sebut 15 Menit Waktu Berkualitas Penting untuk Anak

mengingatkan orang tua pentingnya membangun kualitas kebersamaan dengan anak-ilustrasi jambi-independent-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Psikolog anak dan keluarga lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Sani B. Hermawan, mengingatkan para orang tua pentingnya membangun kualitas kebersamaan dengan anak.

Menurut Sani, kebersamaan antara orang tua dan anak tidak harus berlangsung lama setiap hari, terutama bagi orang tua yang memiliki kesibukan bekerja. Hal yang lebih penting adalah kualitas interaksi yang terjalin saat bersama.

“Kadang orang tua sekarang bekerja, itu susah sekali mencari waktu satu jam bersama setiap harinya. Tapi dengan 15 menit saja bersama berkualitas, bisa berbagi cerita, ketawa, memeluk, itu lebih bagus kedekatannya atau manfaat emotional attachment (keterikatan emosional)-nya,” ujar Sani.

Ia menjelaskan bahwa kebersamaan dengan anak dapat dilakukan oleh ayah maupun ibu, tergantung siapa yang memiliki waktu luang. Hal ini menjadi penting karena tidak semua orang tua memiliki kesempatan untuk selalu berada di rumah.

Namun demikian, Sani menekankan bahwa fokus utama bukanlah pada lamanya waktu yang dihabiskan bersama anak, melainkan pada kualitas interaksi yang terjadi.

BACA JUGA:Tak Lagi Sage Green, Ini Warna dan Model Baju Lebaran 2026 yang Lagi Trend

 

Komunikasi Dibangun Sejak Dini

Sani mengatakan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak tidak selalu langsung terbangun dengan mudah.

Oleh karena itu, kebiasaan untuk saling berkomunikasi sebaiknya mulai dibangun sejak anak masih kecil.

Ia menyarankan agar komunikasi tidak hanya berlangsung satu arah dari anak kepada orang tua. Sebaliknya, orang tua juga perlu aktif mengajak anak berdialog.

Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan mengajukan pertanyaan tanpa nada menginterogasi, tidak menghakimi, serta tidak memberi label pada anak. Dengan cara tersebut, anak akan merasa lebih nyaman untuk mengekspresikan diri.

Kebiasaan komunikasi yang sehat ini diharapkan dapat terus terbangun hingga anak memasuki usia remaja bahkan dewasa.

BACA JUGA:BREAKING NEWS! Polresta Jambi Cuci Gudang, Kabag Ops Hingga Kapolsek Diganti

 

“Memang akan sulit ketika kebiasaan itu tidak terbangun dari kecil dan harus perlahan-lahan dimulai untuk membangun kedekatan. Tidak ada kata terlambat, tapi yang terpenting adalah niat baik untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan,” ujarnya.

 

Bangun Kedekatan Lewat Aktivitas Bersama

Sani juga menyarankan orang tua untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan anak melalui berbagai aktivitas bersama.

Aktivitas tersebut bisa berupa bermain gim, bercanda, atau menonton film bersama sambil berdiskusi mengenai jalan cerita yang ditonton.

Menurutnya, penggunaan gawai di rumah sebenarnya tidak selalu berdampak negatif selama ada interaksi dan komunikasi antara orang tua dan anak.

Misalnya, orang tua dapat bermain gim bersama anak atau menonton film bersama sambil membahas hal yang sedang dimainkan atau ditonton.

BACA JUGA:Heboh! Gudang Kabel di Jambi Timur Terbakar, Damkar Tiba dan Berhasil Jinakkan Api

 

Selain itu, kegiatan tanpa gawai juga bisa menjadi alternatif, seperti bermain ular tangga, catur, atau petak umpet.

“Yang jelas ada komunikasi membahas hal itu, sehingga tidak hanya mainnya, tapi lebih ke arah kedekatan secara emosional dan membangun hubungan dua arah,” kata Sani.

 

Program Satu Jam Berkualitas

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga mengajak keluarga untuk menghadirkan waktu berkualitas bersama anak melalui gerakan #SatuJamBerkualitas.

Program ini bertujuan mendorong keluarga untuk menyediakan waktu khusus bersama anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak dan remaja.

Dengan membangun komunikasi yang baik serta meluangkan waktu bersama, diharapkan hubungan emosional antara orang tua dan anak dapat semakin kuat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: