b9

Motor Bekas Harga Miring Jelang Lebaran? Cek Dulu Biar Gak Zonk!

Motor Bekas Harga Miring Jelang Lebaran? Cek Dulu Biar Gak Zonk!

Motor bekas harga miring jelang Lebaran memang menggiurkan, tapi jangan sampai bikin zonk-ilustrasi/jambi-independent.co.id-antaranewsfoto

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Menjelang Lebaran, kebutuhan kendaraan pribadi biasanya ikut meningkat. Banyak orang berburu motor bekas karena harganya lebih ramah di kantong dibanding unit baru.

Namun, di balik iming-iming harga miring, pasar motor bekas juga menyimpan risiko teknis dan legalitas yang tak boleh disepelekan.

Tak sedikit pembeli yang awalnya tergiur harga murah, tetapi akhirnya harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya perbaikan.

Agar tak “zonk” setelah transaksi, ada beberapa langkah penting yang wajib dilakukan sebelum memutuskan membeli motor bekas.

BACA JUGA:Terungkap! Trik Rahasia Pedagang Motor Bekas Biar Suara Mesin Terasa Mulus

 

1. Riset Harga Pasaran, Jangan Terpancing Murah

Langkah awal sebelum survei langsung adalah melakukan riset mendalam. Calon pembeli sebaiknya membandingkan harga dari berbagai sumber, mulai dari situs jual beli online, grup komunitas otomotif, hingga showroom motor bekas di sekitar tempat tinggal.

Waspadai jika menemukan harga yang terpaut jauh dari rata-rata pasar, misalnya selisih Rp3–5 juta lebih murah. Harga terlalu rendah bisa menjadi indikasi adanya masalah, seperti surat-surat tidak lengkap, motor bekas kecelakaan berat, atau kondisi mesin yang sudah tidak standar.

 

2. Inspeksi Fisik: Cek Bodi hingga Kaki-kaki

Tampilan luar motor bisa mencerminkan bagaimana pemilik sebelumnya merawat kendaraan.

Periksa setiap sisi bodi. Goresan dalam, retakan, atau warna cat yang tidak rata bisa menjadi tanda motor pernah mengalami kecelakaan dan dicat ulang.

Selain itu, perhatikan kesimetrisan kendaraan. Berdirilah di depan dan belakang motor untuk memastikan roda depan dan belakang sejajar. Jika terlihat miring, ada kemungkinan rangka sudah mengalami benturan keras.

Jangan lupa cek suspensi dan ban. Pastikan tidak ada rembesan oli pada shockbreaker. Ban yang sudah botak juga berarti Anda harus menyiapkan anggaran tambahan untuk penggantian.

BACA JUGA:Usai Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Yaqut Buka Suara: ‘Saya Hanya Pikirkan Nyawa Jamaah!’

 

3. Validasi Legalitas: Nomor Rangka dan Mesin Wajib Cocok

Aspek legalitas adalah hal paling krusial. Mintalah STNK dan BPKB asli, lalu cocokkan nomor rangka dan nomor mesin pada dokumen dengan yang tertera di fisik motor.

Perhatikan detail angka dan hurufnya. Jika terlihat tidak rapi, ada bekas kikir, atau las-lasan mencurigakan, sebaiknya urungkan niat.

Motor dengan dokumen bermasalah akan menyulitkan proses balik nama dan berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

 

4. Uji Mesin dalam Kondisi Dingin

Saat mengecek mesin, usahakan Anda menjadi orang pertama yang menyalakan motor di hari itu. Mesin dalam kondisi dingin lebih jujur menunjukkan kondisinya.

Suara mesin yang sehat biasanya halus saat langsam. Jika muncul bunyi “tek-tek” atau “klotok-klotok”, bisa jadi ada komponen aus seperti rantai keteng atau piston.

Tarik tuas gas secara perlahan dan mendadak untuk memastikan responsnya tidak brebet atau tersendat.

Perhatikan juga knalpot. Asap putih yang keluar bisa menandakan adanya kebocoran oli ke ruang bakar.

BACA JUGA:Dugaan Dana Nasabah Raib, Bank Jambi Resmi Lapor ke Polda – Mobile Banking Masih Dimatikan

 

5. Cek Kelistrikan dan Panel Indikator

Motor modern sangat bergantung pada sistem kelistrikan. Kerusakan di sektor ini bisa mahal.

Pastikan semua lampu berfungsi, mulai dari lampu utama (jauh-dekat), sein, lampu rem, hingga lampu panel speedometer.

Coba starter elektrik—motor seharusnya menyala dengan mudah dalam satu kali tekan. Jika sulit, bisa jadi ada masalah pada aki, dinamo starter, atau sistem pengapian.

Perhatikan juga odometer. Jika angka kilometer sangat rendah tetapi kondisi fisik motor tampak sudah tua, ada kemungkinan odometer pernah direset.

 

6. Periksa Riwayat Servis dan Kondisi Oli

Cabut stik pengukur oli (dipstick) untuk melihat kualitasnya. Oli yang hitam pekat, terlalu encer, atau berbusa bisa menjadi tanda perawatan kurang rutin.

Jika tersedia, mintalah buku servis resmi. Riwayat servis di bengkel resmi menunjukkan motor dirawat sesuai standar dan menggunakan suku cadang asli.

BACA JUGA:Launching Tetap On Track! Jetour T2 PHEV Tak Terpengaruh Insiden Jagorawi

 

7. Sesuaikan Jenis Motor dengan Kebutuhan

Sebelum transaksi, pastikan jenis motor sesuai kebutuhan harian. Motor matic cocok untuk mobilitas tinggi di perkotaan karena praktis tanpa oper gigi.

Sementara motor bebek atau sport lebih tangguh untuk medan tidak rata atau perjalanan jarak jauh karena kontrol transmisinya lebih fleksibel.

Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan

Membeli motor bekas menjelang Lebaran memang menggiurkan, apalagi jika menemukan harga miring. Namun, jangan sampai tergesa-gesa.

BACA JUGA:Update Terbaru! Harga Mobil Hybrid Februari 2026, Palisade Paling Signifikan Naiknya

 

Jika kurang memahami teknis kendaraan, sebaiknya ajak teman yang paham otomotif atau mekanik kepercayaan saat pengecekan. Ketelitian di awal bisa menyelamatkan Anda dari biaya besar di kemudian hari.

Ingat, murah boleh saja—asal jangan sampai bikin menyesal setelah Lebaran tiba.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: