Mitsubishi Destinator vs XForce: Sama-sama Mirip, Mana yang Paling Menarik Buat Kamu?
Mitsubishi Destinator dan XForce sekilas terlihat mirip-Jambi-Independent-Mitsubishi Motors
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Mitsubishi Indonesia kembali mencuri perhatian dengan kehadiran SUV terbarunya, Mitsubishi Destinator.
Diperkenalkan secara resmi pada 17 Juli 2025 dan menjadi debut global di Indonesia, Destinator langsung menuai sorotan publik.
Pasalnya, SUV 7-penumpang ini dinilai memiliki kemiripan visual yang cukup kuat dengan Mitsubishi XForce, SUV 5-penumpang yang lebih dulu meluncur.
Tak sedikit yang bertanya, apakah Mitsubishi Destinator hanyalah XForce versi “dipanjangkan”? Untuk menjawabnya, perbedaan keduanya perlu dilihat lebih dalam, mulai dari dimensi, desain, hingga karakter penggunaan.
BACA JUGA:Honda City Hatchback vs Honda HR-V: Duel Mobil Favorit Anak Muda, Pilih Mana?
Selain dimensi dan fitur, faktor harga juga menjadi pembeda penting antara Mitsubishi XForce dan Destinator. Keduanya dipasarkan untuk segmen berbeda, sehingga banderolnya pun terpaut cukup jauh.
Untuk Mitsubishi XForce, varian standar dipasarkan dengan rentang harga mulai Rp 388 juta hingga Rp 429 jutaan.
Sementara itu, edisi spesial XForce 55th Anniversary Edition dibanderol lebih tinggi, yakni sekitar Rp 430,85 juta.
Adapun Mitsubishi Destinator, yang juga dikenal sebagai pengembangan dari lini Xpander Cross, memiliki kisaran harga yang lebih lebar.
Varian standar atau reguler dipasarkan mulai Rp 395 juta hingga Rp 510 juta, tergantung tipe dan kelengkapan fitur.
Khusus untuk Destinator (Xpander Cross) edisi spesial, Mitsubishi memasarkan SUV 7-penumpang ini dengan harga sekitar Rp 520,5 juta.
BACA JUGA:Mitsubishi Rayakan 55 Tahun, Xforce dan Destinator Edisi Spesial Debut di IIMS 2026
Dimensi Jadi Pembeda Utama
Jika dilihat sekilas, tampilan depan dan belakang Destinator dan XForce memang nyaris identik. Namun dari sisi dimensi, keduanya berada di kelas yang berbeda.
Mitsubishi Destinator memiliki panjang 4.680 mm, lebar 1.810–1.840 mm, tinggi 1.780 mm, serta ground clearance 244 mm.
Sementara Mitsubishi XForce berdimensi lebih ringkas dengan panjang 4.390 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.660 mm, wheelbase 2.650 mm, dan ground clearance 222 mm.
BACA JUGA:Penjualan Mobil LCGC Jeblok 30%, Menperin Angkat Bicara, Astra Ungkap Realita Pasar
Selisih panjang sekitar 290 mm membuat Destinator tampil lebih melar, sekaligus memberikan ruang ekstra untuk konfigurasi tiga baris kursi.
Dengan jarak sumbu roda mencapai 2.815 mm, Destinator jelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga besar.
Eksterior Mirip, Proporsi Berbeda
Dari sisi desain, bagian depan menjadi area yang paling sering dibandingkan. Gril besar, bentuk lampu utama, hingga spoiler bawah memperlihatkan DNA desain yang sama.
Meski begitu, kap mesin Destinator terlihat lebih tinggi dengan proporsi yang mengingatkan pada Pajero Sport, memberikan kesan lebih kokoh dan maskulin.
BACA JUGA:Honda Tambah Varian Baru, Brio Satya S CVT 2026 Jadi Matic Entry-Level Paling Ramah Kantong
Di bagian samping, garis bodi memang memiliki tarikan serupa, namun perbedaannya terlihat pada pilar C dan wheel arch.
Destinator mengusung pilar C yang lebih tegak dan besar, menegaskan karakter SUV keluarga. Sebaliknya, XForce tampil dengan siluet lebih landai dan kompak, cocok untuk penggunaan urban.
Bagian belakang menjadi titik paling mencolok dalam kemiripan keduanya. Desain lampu belakang, spoiler, hingga fascia belakang nyaris serupa, memperkuat dugaan bahwa keduanya dikembangkan dari basis desain yang sama, meski Mitsubishi belum mengonfirmasi secara resmi penggunaan platform identik.
Interior: Layout Serupa, Fungsi Berbeda
BACA JUGA:Honda Tambah Varian Baru, Brio Satya S CVT 2026 Jadi Matic Entry-Level Paling Ramah Kantong
Masuk ke kabin, kemiripan kembali terasa pada desain dashboard dan layout layar tengah yang mengusung garis horizontal modern.
Identitas desain interior Mitsubishi yang pertama kali diperkenalkan melalui XForce kini diteruskan ke Destinator.
Namun diferensiasi tetap ada. Konsol tengah Destinator didesain lebih tinggi, menciptakan pemisahan yang lebih tegas antara pengemudi dan penumpang depan.
Desain jok depan Destinator juga lebih bucket, memberikan sokongan tubuh yang lebih baik, terutama untuk perjalanan jauh.
Sebagai SUV 7-penumpang, Destinator menawarkan konfigurasi kursi yang lebih fleksibel dengan jok baris kedua dan ketiga yang dirancang khusus untuk kenyamanan penumpang tambahan—sesuatu yang tidak dimiliki XForce.
BACA JUGA:City Hatchback Pengganti Honda Jazz, Cek Harga Terbaru dan Posisi Pasarnya di 2026
Performa dan Teknologi Jadi Nilai Jual Destinator
Perbedaan paling signifikan ada di sektor dapur pacu. Mitsubishi Destinator dibekali mesin 1.5L turbo MIVEC berkode 4B40, yang juga pernah digunakan pada Eclipse Cross.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 163 PS pada 5.000 rpm dan torsi puncak 250 Nm sejak 1.800 rpm hingga 4.500 rpm, disalurkan melalui transmisi CVT delapan percepatan.
Destinator juga unggul dari sisi fitur. SUV ini dibekali sistem ADAS lengkap melalui Diamond Sense, beragam mode berkendara, serta fitur kenyamanan modern seperti Yamaha Dynamic Sound, ambient light 64 warna, panoramic sunroof, serta konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay.
“Kami menciptakan Mitsubishi Destinator sebagai kendaraan keluarga 7-seater. Mobil ini menggunakan mesin MIVEC yang bertenaga dan memiliki banyak mode berkendara yang membuatnya punya kemampuan off-road layaknya SUV sejati,” ujar Masahiro Ito, Chief Product Specialist Mitsubishi Motors, di Jakarta Selatan.
Cocok untuk Siapa?
Melihat karakter dan spesifikasinya, Mitsubishi XForce lebih cocok bagi konsumen urban yang membutuhkan SUV 5-penumpang dengan desain ringkas, lincah, dan efisien untuk penggunaan harian.
Sementara Mitsubishi Destinator hadir sebagai pilihan bagi keluarga aktif yang membutuhkan ruang lebih besar, performa lebih bertenaga, dan fitur lebih lengkap untuk perjalanan jauh maupun bertualang.
Meski tampil mirip, Destinator dan XForce sejatinya memiliki positioning yang berbeda. Kemiripan desain bukan berarti produk yang sama, melainkan strategi Mitsubishi dalam mempertahankan identitas desain sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar.
Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan—apakah SUV ringkas perkotaan atau SUV keluarga berkapasitas besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



