Tak Hanya Es Gabus, Ini Deretan Jajanan Jadul yang Masih Eksis Hingga Kini
Fenomena kembalinya es gabus ke perhatian publik juga tak lepas dari sebuah peristiwa yang sempat viral di media sosial-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Fenomena kembalinya es gabus ke perhatian publik juga tak lepas dari sebuah peristiwa yang sempat viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Sebuah video memperlihatkan seorang pedagang es gabus yang didatangi oknum aparat, karena adanya kesalahpahaman terkait bahan baku yang digunakan.
Selain es gabus yang belakangan kembali viral di media sosial, ternyata masih banyak jajanan jadul lain yang tetap bertahan di tengah gempuran kuliner kekinian.
Meski sudah ada sejak puluhan tahun lalu, jajanan legendaris ini masih bisa ditemukan hingga sekarang, walaupun jumlah penjualnya tak sebanyak dulu.
BACA JUGA:Lebaran Lebih Damai, Ini Tren Warna Cat Rumah 2026 yang Lagi Naik Daun
Menariknya, saat berhasil menemui jajanan-jajanan tersebut, sensasi nostalgia langsung terasa. Mulai dari bentuknya yang khas hingga cita rasa yang nyaris tak berubah sejak dulu, semuanya seolah membawa kita kembali ke masa kecil yang penuh kenangan manis.
Berikut deretan jajanan jadul selain es gabus yang masih eksis hingga kini.
1. Rambut Nenek
Rambut nenek atau yang juga dikenal sebagai arum manis tentu sudah sangat familiar. Jajanan berbahan dasar gula pasir ini memiliki tekstur menyerupai helaian rambut, dengan warna-warni cerah yang menarik perhatian anak-anak.
Dulunya, rambut nenek banyak dijajakan menggunakan pikulan dan kerap ditemui di pasar malam. Kini, penjualnya mulai beradaptasi dengan zaman, menggunakan gerobak yang lebih modern serta kemasan yang semakin menarik.
2. Gulali
Gulali juga menjadi jajanan jadul yang masih bertahan hingga sekarang. Biasanya dijajakan oleh orang tua dengan pikulan, gulali dibuat dari gula cair yang dibentuk dengan tangan menjadi berbagai macam kreasi.
Mulai dari bentuk bunga hingga karakter tertentu, gulali selalu berhasil menarik perhatian, terutama anak-anak. Warna-warni cerah dan teksturnya yang lembut membuat jajanan ini sulit untuk dilewatkan.
3. Cokelat Jadul
Beberapa cokelat legendaris seperti cokelat kacamata, cokelat koin, hingga cokelat merek ayam jago masih bisa ditemukan hingga kini. Bentuknya yang khas dan tidak berubah sejak dulu menjadi ciri utama jajanan ini.
Rasa manisnya yang sederhana justru membuat cokelat jadul tetap digemari dan menghadirkan kenangan masa kecil bagi banyak orang.
BACA JUGA:Raih Opini Tanpa Maladministrasi, Al Haris Tekankan Integritas ASN dalam Pelayanan Publik
4. Kue Kancing
Saat Lebaran tiba, kue kancing sering menjadi salah satu isi toples di meja tamu. Kue kecil berbentuk bulat ini dihiasi gula warna-warni menyerupai kelopak bunga dengan warna merah muda, kuning, dan hijau.
Meski tidak semua toko kue menjualnya, kue kancing masih bisa ditemukan di toko-toko kue jadul, biasanya dijual dalam kemasan plastik kiloan.
5. Es Goyang
Bagi generasi 90-an, es goyang adalah jajanan yang sulit dilupakan. Es krim khas Indonesia ini dijual menggunakan gerobak kayu yang digoyangkan secara manual untuk membekukan adonan.
Varian rasanya cukup beragam, seperti cokelat, stroberi, dan vanila. Es yang sudah beku biasanya dicelupkan ke kuah cokelat dan diberi taburan kacang. Dengan harga sekitar Rp 2.000-an, menemukan penjual es goyang kini terasa seperti menemukan harta karun.
BACA JUGA:Tak Perlu Lagi ke Kota, IRT di Empat Lawang Ini Terbantu Beli Token Listrik Lewat BRImo
6. Mie Lidi
Mie lidi merupakan camilan berbentuk panjang menyerupai lidi yang terbuat dari tepung terigu dan bumbu. Rasanya gurih hingga pedas, sesuai selera.
Dulu, mie lidi banyak dijajakan di warung dan kantin sekolah. Kini, camilan ini hadir dengan tampilan lebih modern, dijual dalam toples hingga dipasarkan secara online dengan berbagai varian rasa.
7. Kue Semprong
Kue semprong dikenal dengan berbagai sebutan di tiap daerah, seperti kue gapit, kapit, atau sapit. Bentuknya silinder panjang, meski ada juga yang berbentuk segitiga atau persegi.
Teksturnya renyah dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang pas. Biasanya dijual dalam kemasan berisi beberapa batang, dengan harga yang masih ramah di kantong.
Deretan jajanan jadul ini membuktikan bahwa cita rasa sederhana dan kenangan masa kecil memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Meski zaman terus berubah, jajanan-jajanan legendaris ini tetap eksis dan siap membawa siapa pun bernostalgia ke masa lalu.
Di tengah viralnya peristiwa tersebut, dukungan masyarakat justru mengalir deras kepada para pedagang jajanan tradisional. Banyak warganet menilai bahwa jajanan jadul merupakan bagian dari warisan kuliner yang seharusnya dijaga, bukan dicurigai tanpa dasar yang jelas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



