Digitalisasi ASN Dipercepat, Prof Zudan Tekankan Peran Strategis BKN dan BSSN
Kepala BKN Prof Zudan menekankan pentingnya sinergi BKN dan BSSN dalam mempercepat digitalisasi manajemen ASN nasional-Jambi-Independent-BKN go id
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Upaya percepatan digitalisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus diperkuat seiring tuntutan birokrasi modern yang serba cepat dan fleksibel.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama bagi ASN dalam menghadapi perubahan zaman dan dinamika penugasan.
Hal tersebut disampaikan Prof. Zudan saat menjadi salah satu pembicara utama dalam kegiatan BSSN Executive Town Hall 2026 yang digelar di Auditorium Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati, Kamis (22/01/2026).
Dalam forum yang dihadiri jajaran pegawai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tersebut, Prof. Zudan menekankan pentingnya soft skill adaptif sebagai fondasi ASN profesional.
BACA JUGA:PPPK Dikontrak Berapa Lama? Ini Jawaban Lengkap Soal Masa Kerja dan Kenaikan Pangkat
“Penugasan ASN tidak selalu sejalan dengan keinginan, minat, maupun zona nyaman pribadi. Namun sebagai pelayan publik, ASN harus selalu siap beradaptasi.
Sikap ini merupakan esensi dari nilai adaptif dalam core values ASN BerAKHLAK,” ujar Prof. Zudan. Ia menegaskan bahwa kemampuan adaptasi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus hidup dan terinternalisasi dalam setiap ASN.
Lebih lanjut, Prof. Zudan mengaitkan pentingnya adaptasi dengan fenomena organisasi yang kerap memiliki potensi besar, namun tidak disadari akibat keterbatasan cara pandang.
Ia mengajak seluruh pegawai BSSN untuk merefleksikan perjalanan institusi sebagai bukti peran strategis yang telah dan akan dijalankan bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung transformasi digital pemerintahan.
Salah satu contoh nyata transformasi tersebut adalah pemanfaatan tanda tangan digital. Menurut Prof. Zudan, digitalisasi pemerintahan tidak mungkin terwujud tanpa penerapan tanda tangan digital yang aman dan andal. Konsep kerja fleksibel seperti work from anywhere tidak akan berjalan efektif apabila birokrasi masih bergantung pada tanda tangan basah.
BACA JUGA:Bahlil Beri Izin Sebagian Sumur Rakyat untuk Dongkrak Lifting Minyak, Termasuk Jambi!
“Dampak transformasi digital sangat signifikan, mulai dari efisiensi anggaran hingga percepatan layanan publik. ASN kini bisa bekerja kapan pun dan dari mana pun, tanpa mengorbankan akuntabilitas,” jelasnya.
Namun demikian, Prof. Zudan mengingatkan bahwa digitalisasi juga membawa tantangan besar, terutama dalam aspek keamanan siber.
Tanpa sistem perlindungan yang kuat, digitalisasi justru berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap layanan publik dan stabilitas negara.
Dalam konteks inilah, sinergi antara BKN dan BSSN dinilai sangat strategis. Kolaborasi kedua lembaga tersebut telah membangun fondasi digital yang kokoh untuk mendukung pengelolaan sekitar 6,5 juta ASN, ratusan instansi, puluhan kementerian dan lembaga, serta seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
BACA JUGA:Pencabutan Izin Perusahaan di Sumatera
“Inilah esensi reformasi birokrasi yang sesungguhnya, yakni layanan publik yang lebih cepat, lebih mudah, dan bisa dilakukan dari mana saja,” imbuh Prof. Zudan.
Ia menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan reformasi birokrasi sejatinya sederhana. Jika layanan publik semakin mudah, cepat, dan mampu membahagiakan masyarakat, maka reformasi berjalan di jalur yang benar.
Sebaliknya, jika layanan masih lambat dan rumit, reformasi belum dapat dikatakan berhasil. Prinsip tersebut, menurutnya, terus diterapkan secara konsisten di BKN, termasuk dalam layanan mutasi dan promosi ASN.
Di akhir arahannya, Prof. Zudan mengingatkan bahwa tidak semua peran ASN selalu terlihat besar dan prestisius. Banyak tugas yang dikerjakan di balik layar, namun justru menjadi fondasi utama keberlangsungan organisasi.
BACA JUGA:Pesan Prabowo dari Panggung WEF 2026
“Apa pun posisi kita, baik di depan layar maupun di balik layar, semua peran dari yang terkecil hingga terbesar memiliki nilai yang sama dalam membangun organisasi,” pungkasnya.
Sebagai institusi strategis dalam menjaga keamanan siber nasional, Prof. Zudan meyakini BSSN akan terus berkembang menjadi lembaga yang semakin dibutuhkan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan global di ruang siber dan mendukung keberhasilan digitalisasi pemerintahan Indonesia ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




